Pemda Banggai

Bupati Banggai H. Amirudin, Buka Secara Resmi Pelatihan Budidaya Ikan Lele Dalam Kolam Terpal : Dorong Alternatif Pangan dan Ekonomi Masyarakat

473
×

Bupati Banggai H. Amirudin, Buka Secara Resmi Pelatihan Budidaya Ikan Lele Dalam Kolam Terpal : Dorong Alternatif Pangan dan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK – Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO, secara resmi membuka Pelatihan Budidaya Ikan Lele dalam Kolam Terpal yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banggai, bertempat di Hotel Santika, Luwuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banggai, melalui Dinas Perikanan, dengan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi. Selasa, (29/07/2025).

Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai, Kepala BPPMHKP, Kepala PSDKP, Kabag Kerjasama Setda Kab. Banggai Pimpinan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Camat Toili dan Moilong  serta Nara Sumber dari Balai Pelatihan Penyuluhan Perikanan Bitung.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Perikanan Kabupaten Banggai dan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. Beliau juga berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh kesungguhan, mengingat pelatihan tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat di bidang budidaya ikan lele.

Bupati turut mengungkapkan bahwa di Kabupaten Banggai, musim penghujan hampir selalu bertepatan dengan musim ombak. Hal ini berdampak pada terbatasnya pasokan ikan laut, terutama jenis lolosi, yang kemudian menjadi salah satu penyumbang angka inflasi di daerah.

“Oleh karena itu,” lanjut Bupati, “sejak dulu saya memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan ikan air tawar, karena ini merupakan solusi yang potensial. Meskipun wilayah kita memiliki garis pantai sepanjang 615 kilometer dan masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi ikan laut, kita tidak boleh mengabaikan pentingnya ikan air tawar. Kandungan protein pada ikan air tawar, seperti ikan lele, tidak kalah bernutrisi dan sangat baik untuk dikembangkan sebagai alternatif sumber pangan yang berkelanjutan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa budidaya ikan lele ini juga dapat menjadi tambahan sumber ekonomi bagi masyarakat. Apalagi, ikan lele kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Tinggal bagaimana cara pengolahannya yang perlu terus dikembangkan.

“Misalnya, ikan lele bisa diolah menjadi abon. Namun, satu hal yang belum saya temukan di sini adalah olahan dalam bentuk ikan asap. Di Sumatra, olahan ini dikenal dengan sebutan ikan asap, sementara di Luwuk kita menyebutnya ikan pupu. Sampai saat ini, saya belum melihat ada ikan pupu dari lele. Padahal, jika ikan lele di-pupu lalu dimasak dengan santan, rasanya sangat enak,” ungkap Bupati. (*)