JURNALPOLRISULTENG.ID, MOROWALI UTARA – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, secara resmi membuka perayaan 100 tahun Injil masuk Tanah Wana dengan tema “Tuntu Mpue Tuwu, Molonde Pasi Mowua Ri Tana Wana” yang berarti “Injil Bertumbuh, Berakar, dan Berbuah di Tanah Wana”. Kegiatan yang menandai perjalanan sejarah Pekabaran Injil selama satu abad tersebut berlangsung di Lapangan Desa Lemo, Kecamatan Bungku Utara, Selasa (13/10/2026).
Perayaan bersejarah ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan iman, perubahan sosial, serta perkembangan kehidupan masyarakat Wana sejak Injil pertama kali diberitakan pada 1926. Kehadiran Injil tidak hanya menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual masyarakat, tetapi juga turut mewarnai perkembangan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial di Tanah Wana.
Bupati Delis hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Morowali Utara, Febriyanthi Hongkiriwang. Turut hadir Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo; Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A., M.Mos.; Wakapolres Morowali Utara, Kompol Charles Berto Nicholas Karimar, S.I.K., S.H., M.H.; Anggota DPR RI, Ellen Esther Pelealu, S.E.; Anggota DPRD Morowali Utara, Arman Purnawan Marunduh; Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pdt. Djadaramo Tasiabe, M.Th.; serta para camat, tokoh gereja, tokoh adat, dan undangan lainnya.
Rombongan disambut dengan tarian adat Dedenlu dan Salonde, yang menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan syukur masyarakat Wana atas perjalanan panjang satu abad Pekabaran Injil di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menegaskan bahwa kehadiran Injil di Tanah Wana tidak sekadar membawa kabar baik dan pengharapan, tetapi juga menjadi bagian dari proses perubahan peradaban masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang perjuangan para penginjil terdahulu, termasuk seorang penginjil bernama Pardock, yang dengan penuh kasih menempuh perjalanan panjang untuk menyampaikan kabar Injil di tengah beratnya tantangan medan pedalaman Tanah Wana.
Menurutnya, perjuangan tersebut menjadi bukti bahwa kasih merupakan kekuatan utama yang memungkinkan seseorang bertahan dalam pelayanan, sekalipun harus menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan.
“Jika tidak dilandasi dengan kasih yang besar, tidak mungkin seseorang mampu bertahan melayani di Tanah Wana dengan segala tantangan yang ada. Karena itu, momentum 100 tahun Injil masuk Tanah Wana ini hendaknya mengingatkan kita semua bahwa dasar dari segala sesuatu adalah kasih. Apa pun yang kita kerjakan, landasannya haruslah kasih,” tegas Bupati Delis.
Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai Injil telah memberikan kontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat, mulai dari penguatan iman hingga perkembangan pendidikan, kesehatan, dan tata kehidupan sosial. Oleh karena itu, peringatan satu abad ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Bungku Utara dan Mamosalato
Selain menyoroti nilai sejarah dan spiritual, Bupati Delis turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk terus memperkuat sinergi dengan gereja, TNI, PLN, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, pembangunan Tanah Wana membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak agar masyarakat di wilayah pedalaman dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Delis mengungkapkan bahwa Kabupaten Morowali Utara akan mendapatkan bantuan pembangunan sejumlah jembatan dari TNI Angkatan Darat. Bantuan tersebut direncanakan untuk dialokasikan di Kecamatan Bungku Utara dan Kecamatan Mamosalato guna mendukung konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat.
Selain itu, melalui hasil diskusi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, dan Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, pemenuhan kebutuhan pasokan listrik bagi seluruh desa di Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato ditargetkan dapat direalisasikan pada tahun 2027.
Bupati Delis menilai, langkah tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan pelayanan dasar.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi dalam membangun jejaring dengan berbagai pihak. Upaya ini akan terus kita lakukan karena membangun Tanah Wana tidak bisa dilakukan sendirian. Kita harus bekerja sama dan bersinergi dengan pihak lain agar Morowali Utara semakin maju,” ungkapnya.
Peluncuran Buku Sejarah Penginjilan dan Peletakan Batu Kubur Anak Pardock
Rangkaian seremoni peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Wana turut diisi dengan peluncuran buku tentang sejarah penginjilan di Tanah Wana yang ditulis oleh Pdt. Asyer Tandapai, Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) GKST Tentena.
Selain itu, dilaksanakan pula peletakan batu kubur anak Pardock oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Sinode GKST, dan ketua adat sebagai bagian dari penghormatan terhadap jejak sejarah Pekabaran Injil di Tanah Wana.
Sebelum rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda lainnya, pemukulan gong dilakukan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perayaan satu abad Injil masuk Tanah Wana. Kegiatan seremonial kemudian ditutup dengan ibadah pengucapan syukur yang dipimpin oleh Pdt. Yandi Mandobe, S.Th.
Perayaan yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial dan pengobatan gratis, lomba sumpit, lomba rumah tradisional, lomba memasak makanan tradisional, serta beragam permainan tradisional masyarakat Wana.
Melalui perayaan ini, masyarakat diharapkan semakin menghargai warisan sejarah, menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persaudaraan, serta melanjutkan semangat kasih dan pelayanan sebagai bagian dari upaya bersama membangun Tanah Wana dan mewujudkan Morowali Utara yang semakin maju.
(APK)