Pemda Morowali Utara

Bupati Delis: Jangan Lagi Saling Menjatuhkan, Pendeta Harus Bersatu Melayani Morowali Utara

118
×

Bupati Delis: Jangan Lagi Saling Menjatuhkan, Pendeta Harus Bersatu Melayani Morowali Utara

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, BETELEME – Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi. MARS, mengajak para pendeta dan pemimpin gereja di daerah itu memperkuat kebersamaan serta mengedepankan kerja sama lintas denominasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Delis saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Morowali Utara di Gedung Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme, Senin (10/8/2026) pagi.

Menurut Delis, keberadaan organisasi keagamaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, bukan memperbesar perbedaan.

Ia menilai semangat kebersamaan antargereja di Morowali Utara selama ini telah menjadi contoh positif dalam membangun pelayanan masyarakat.

“Mampu tidak lagi saling menjatuhkan atau saling menuduh satu dengan yang lain. Yang terbaik adalah bagaimana kita bisa bekerja sama dalam pelayanan,” kata Delis dalam sambutannya.

Ia mengatakan, batas-batas denominasi hendaknya tidak menjadi penghalang bagi para pendeta untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Menurut dia, pelayanan yang dilakukan secara bersama akan memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat.

Delis juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan para pendeta semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Kemudahan masyarakat mengakses berbagai informasi, kata dia, tidak selalu diikuti kemampuan untuk memilah mana informasi yang benar dan bermanfaat.

Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pendeta dalam menjalankan tugas pembinaan umat.

Karena itu, ia mendorong para pendeta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta berinovasi dalam metode pelayanan.

“Dengan doa, kebersamaan, dan bergandengan tangan dalam pelayanan, tantangan-tantangan itu tentunya bisa kita hindari. Kita bisa mencari solusi bersama,” ujarnya.

Delis berharap kehadiran DPC API Kabupaten Morowali Utara tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu merancang program yang menjawab kebutuhan dan tantangan para pendeta serta masyarakat.

Ia menyebut API dapat menjadi wadah untuk memperlengkapi para hamba Tuhan, meningkatkan kapasitas pelayanan dan kapasitas pribadi, sekaligus memperluas dampak pelayanan bagi masyarakat.

Delis juga mengaitkan semangat API dengan simbol api yang terus menyala dalam pelayanan.

“Para hamba Tuhan akan terus semangat melayani Tuhan dengan api yang berkobar-kobar, api yang terus menyala-nyala, melayani Tuhan di mana pun Tuhan panggil dan Tuhan tempatkan,” kata Delis.

Ia sekaligus mengharapkan pengurus yang baru dilantik membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut dia, pemerintah dan para rohaniawan memiliki ruang kerja sama yang luas, khususnya dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani.

Dalam kesempatan tersebut, Delis juga menyinggung dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara kepada para hamba Tuhan melalui pemberian insentif.

Ia mengatakan, pemerintah daerah memberikan insentif kepada para pendeta.

Kebijakan tersebut, kata dia, tetap dipertahankan meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dan efisiensi anggaran.

“Walaupun kondisi keuangan daerah sekarang agak berat, insentif pendeta dan para imam tidak saya coret,” ujar Delis.

Ia menegaskan, insentif tersebut bukan dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendeta, melainkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus bantuan untuk meringankan beban mereka dalam menjalankan pelayanan.

“Ini tidak mencukupi kebutuhan, tetapi paling tidak membantu meringankan beban para hamba Tuhan,” katanya.

Delis menilai kontribusi para rohaniawan penting dalam mendukung visi pembangunan daerah, terutama dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Menurutnya, makna sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi jasmani, tetapi juga kesehatan batin dan rohani. Demikian pula kecerdasan tidak semata-mata diukur dari kemampuan intelektual, melainkan juga kecerdasan spiritual.

Karena itu, pemerintah daerah, kata Delis, membutuhkan dukungan para pendeta dan rohaniawan dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.

Dalam pelantikan tersebut, Pdt. Semuel Baide, S.Th., M.Pd. ditetapkan sebagai Ketua DPC API Kabupaten Morowali Utara untuk periode 2026-2031.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Sulawesi Tengah Asosiasi Pendeta Indonesia Nomor 03/SK/DPD-API/ST/VIII/2026, kepengurusan DPC API Morowali Utara dibentuk sebagai bagian dari konsolidasi organisasi API di tingkat kabupaten.

Dalam struktur tersebut, Pdt. Yosep Pede, M.Th. menjabat Ketua I, Pdt. Dhynno Ryvanno Randalongi, S.Th. sebagai Ketua II, dan Pdt. Hewriyanto Wololi sebagai Ketua III.

Jabatan sekretaris dipercayakan kepada Pdt. Rishard Samaili, S.Th., wakil sekretaris Pdt. Grendy Yesaya Baide, S.Th., sedangkan bendahara dijabat Pdt. Feisy W. Montang, SP., S.Th.

Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah bidang, antara lain organisasi; usaha, kesejahteraan dan sosial; pendidikan dan pemuda; penginjilan dan misi; hukum; wanita; olahraga, seni dan kreativitas; kerohanian; serta hubungan masyarakat.

Dalam SK tersebut, Bupati Morowali Utara dan Kasi Bimas Kristen Kabupaten Morowali Utara tercantum sebagai penasihat.

Pembentukan DPC API Morowali Utara disebut merupakan bagian dari program konsolidasi organisasi API di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sebagaimana mengacu pada AD/ART API dan keputusan Kongres IV API Tahun 2021.(Ryo/Abil/Con/AS)

 

*Apk