Pemda Morowali Utara

Bupati Morowali Utara Audiensi Dengan Kemensos RI, Dorong Percepatan Sekolah Rakyat Untuk Tekan Kemiskinan Pesisir

443
×

Bupati Morowali Utara Audiensi Dengan Kemensos RI, Dorong Percepatan Sekolah Rakyat Untuk Tekan Kemiskinan Pesisir

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, JAKARTA – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, melakukan audiensi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Rabu (15/4)

Beliau diterima oleh Dr. Salahuddin Yahya, Kepala Biro Umum Kemensos RI, untuk membahas dukungan daerah terhadap program Sekolah Rakyat, inisiatif strategis nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis berasrama berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1-2).

Pertemuan ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menyediakan pendidikan dasar hingga menengah secara gratis, lengkap dengan fasilitas asrama, seragam, alat tulis, serta penguatan karakter dan keterampilan hidup, khusus menargetkan anak-anak dari keluarga rentan sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Delis menyampaikan kemajuan signifikan Kabupaten Morowali Utara dalam penanganan kemiskinan.

“Alhamdulillah, dalam empat tahun terakhir angka kemiskinan di Morowali Utara mengalami penurunan yang cukup baik, dari sekitar 14 persen menjadi 10,38 persen. Kami menargetkan dua tahun ke depan dapat menekan angka ini lebih rendah lagi melalui program terintegrasi, termasuk bedah rumah, bantuan ekonomi produktif, serta pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujar Bupati Delis Julkarson Hehi.

Beliau menekankan pentingnya data presisi untuk intervensi yang tepat sasaran.

“Kami telah berkoordinasi dengan BPS untuk memperbaiki data kemiskinan dan sedang mengembangkan aplikasi berbasis geolokasi serta citra satelit. Aplikasi ini akan memuat foto rumah, alamat lengkap, dan data geoteknik, sehingga program seperti Sekolah Rakyat dapat menjangkau langsung desa-desa prioritas di wilayah pesisir yang masih berada di desil terbawah,” tambahnya.

Bupati Delis juga menyatakan kesiapan daerahnya mendukung tahapan pembangunan Sekolah Rakyat.

Tahap 2 sudah dimulai, sementara tahap 3 memasuki proses verifikasi.

“Kami berharap program ini segera memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di Morowali Utara. Daerah kami siap berkolaborasi penuh dengan Kemensos untuk memastikan setiap anak dari keluarga rentan mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dan berkualitas,” tegas Bupati Delis.

Dr. Salahuddin Yahya menyambut baik kunjungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.

“Kami mengapresiasi upaya Bupati Delis dalam memanfaatkan data akurat dan pendekatan presisi untuk penanganan kemiskinan. Sekolah Rakyat bukan hanya sekolah biasa, melainkan instrumen strategis pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan yang terintegrasi dengan program sosial lainnya. Sinergi pusat-daerah seperti ini sangat krusial agar program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Dr. Salahuddin Yahya.

Ia menambahkan bahwa Kemensos terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk melalui verifikasi data bersama BPS dan pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH).

Hingga saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat terus berlanjut di berbagai wilayah, dengan target ratusan unit sekolah beroperasi secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026.

Sebagai kabupaten pesisir di Sulawesi Tengah, Morowali Utara memiliki potensi ekonomi dari sektor perikanan dan perkebunan, namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan di daerah terpencil.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi terobosan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini sekaligus mendukung target nasional penurunan kemiskinan ekstrem.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti kerja sama, termasuk dukungan teknis dari Kemensos serta penyediaan data dan lahan dari Pemkab Morowali Utara.

Kedua pihak sepakat bahwa pendidikan afirmatif ini menjadi kunci mewujudkan Indonesia Emas yang lebih adil dan sejahtera.(Ryo/BobNH)

*Apk