JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – Komitmen melayani rakyat kembali ditunjukkan Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap.
Pada Jumat (13/2/2026), Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai itu rela memutar balik kendaraannya meski telah tiba di Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara.
Langkah tersebut dilakukannya demi menemui warga yang sudah datang ke ruang kerjanya di Kantor DPRD Banggai.
“Saya lupa kalau sudah janjian dengan warga. Makanya sudah sampai di Kilongan, saya balik lagi karena ada warga yang ingin bertemu,” ujar Irwanto.
Warga yang datang kali ini berasal dari kalangan nelayan Balegondi, Kecamatan Pagimana, serta kelompok tani dari Kecamatan Simpang Raya. Pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai.
Diketahui, selain sebagai wakil rakyat, Irwanto Kulap juga menjabat sebagai Ketua KTNA Banggai.
Dalam pertemuan itu, kelompok tani menyampaikan bahwa mereka telah menerima bantuan berupa racun rumput dan racun hama yang bersumber dari APBD Tahun 2025. Khusus petani Balegondi, bantuan telah disalurkan kepada 12 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 180 orang.
Mereka berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Sementara itu, para nelayan mengusulkan bantuan perahu fiber dan mesin pendorong. Rencananya, bantuan perahu fiber akan masuk dalam program APBD Perubahan (ABT) 2026 atau pada penetapan anggaran 2027, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Diharapkan, bantuan tersebut dapat mendorong peningkatan aktivitas melaut dan kesejahteraan nelayan.
“Fasilitas tersebut sangat kami butuhkan untuk meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan,” ungkap salah satu warga.
Di mata masyarakat, khususnya warga daerah pemilihan (dapil) II Banggai, Irwanto Kulap dikenal sebagai legislator yang responsif. Bahkan, sejumlah warga menyebutnya sebagai anggota legislatif terfavorit, khususnya di wilayah Simpang Raya, karena selalu membuka ruang aduan bagi petani dan nelayan.
“Petani dan nelayan punya tempat untuk mengadu. Saya sempat pulang dan sudah sampai di Kilongan, tapi saya balik lagi demi rakyat,” tegasnya. (**)