KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Densus 88 di Kantor Berkunjung Kemenag Tojo Una-Una, Perkuat Sinergi dalam Pencegahan Radikalisme

524
×

Densus 88 di Kantor Berkunjung Kemenag Tojo Una-Una, Perkuat Sinergi dalam Pencegahan Radikalisme

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID- TOJO UNA UNA , Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una menerima kunjungan silaturahim Tim Idensos dan Pencegahan Satgaswil Sulteng Densus 88 Antiteror Polri.

Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag, turut  dihadiri  jajaran pejabat struktural, kepala madrasah, penyuluh, serta perwakilan KUA.Rabu, 24 September 2025.

Melalui keterangannya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag., MM, mengungkap kunjungan itu untuk perkuat sinergitas antara lembaga. Meurutnya sangat berarti, sebagai wujud nyata sinergi antara Kementerian Agama dan aparat penegak hukum dalam menjaga kerukunan umat beragama, pencegahan radikalisme, intoleransi, serta menjaga keutuhan NKRI. Jelas  Kakakemenag

Ia menyebut melalui program moderasi beragama, bimbingan penyuluh, pendidikan madrasah, dan pembinaan ormas keagamaan terus berkomitmen membangun masyarakat yang rukun, damai, dan cinta tanah air. Sinergi dengan Densus 88 diyakini akan semakin memperkuat upaya tersebut.

Tim Idensos dan Pencegahan Satgaswil Sulteng Densus 88 AT Polri yang hadir terdiri dari:  IPDA Muhammad Arif, IPDA Fahrial Amu dan BRIPDA Moh. Fadil Ridwan

Dalam paparannya, tim menekankan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja.

Tim juga menjelaskan mengenai ciri-ciri munculnya paham berbahaya tersebut, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan, termasuk peran aktif tokoh agama, penyuluh, dan ASN di lingkungan Kemenag.

Pertemuan ini berlangsung interaktif dengan dialog yang menyoroti beberapa poin penting, antara lain:

  1. Penguatan Moderasi Beragama melalui madrasah, penyuluh, dan ormas keagamaan, serta dukungan dari Densus 88.
  2. Peran Penyuluh Agama sebagai garda terdepan pembinaan masyarakat dalam memberikan literasi damai dan deradikalisasi.
  3. Pendidikan Keagamaan untuk membentengi generasi muda dari ideologi radikal.
  4. Sinergi & Kolaborasi antara Kemenag dan Densus 88 dalam komunikasi, koordinasi, serta forum lintas agama.
  5. Konteks Lokal Tojo Una-Una, termasuk potensi kerawanan sosial dan dukungan terhadap visi Pemda: “Terwujudnya masyarakat religius, maju, adil, sejahtera, berbasis sektor unggulan yang berkelanjutan.”
  6. Pesan Kebersamaan, bahwa Densus 88 hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga mitra umat dalam menjaga kedamaian.

Mendampingi Kepala Kemenag saat itu, Kasubag TU, para Kepala Seksi, para penyuluh lintas agama, Kepala KUA, Kepala MAN, MTsN, MIN, serta staf perwakilan tiap seksi. “Silaturahim ini menegaskan komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Densus 88 untuk menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta melindungi masyarakat dari paham-paham yang mengancam persatuan bangsa.” Tuntas Kepala Kemenag. (Sam Asiku)