JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Nampak indah saat melintas didepan Pusat Pendidikan Pondok Pesantren Alkhairat Wayau, yang berada di Jalan Mohammad Hatta No 147 Kecamatan Ratolindo Tojo Una Una setelah pagar depan dibenahi.
Dipesantern ini terdapat bangunan Madrasah Tsanawiyah, banyak alumni mengisi berbagai profesi, baik Guru, ASN dipemerintahan maupun swasata.
Madrasah Tsanawiyah Pesantern Wayau adalah salah satu warisan pendiri Alkhairat, Habib Idrus Bin Salim Al Jufri dikenal dengan Guru Tua, perlu dilestarikan dan dirawat untuk kebutuhan umat manusia dalam memperoleh pengetahuan umum maupun ilmu agama.
Pemantauan media ini, lingkungan tempat proses belajar mengajar yang tak jauh dari lampu merah prapatan Sumoli, setiap musim penghujan menjadi sasaran air dan lumpur.
Dipesantren itu bukan saja terdapat ruang belajar, kantor dan ruang dewan guru, tetapi ada berdiri Mesjid dengan fasilitas lainnya.

Genangan air beralas tanah berlumpur nampak dari gerbang halaman hingga selasar kantor dan beberapa depan ruang belajar dan sebagaian halaman dalam maupun luar kawasan pesanteren.
Dikuatirkan genangan air akan memperngaruhi struktur bawah bangun, akibat perapuan sangat beresiko untuk sebuah fasiltas dengan kafasitas dipakai banyak orang.
Untuk bertemu dengan pimpinan Madrasah Tsanawiyah, sepih tidak terlihat Aktifitas sekolah hari ini.
Informasi yang diperoleh seluruh peserta didik dan guru sedang berada di pesantran Alkhairat Bantuga, untuk mengikuti peringatan Peringatan Maulid Nabi SAW, yang dihadiri oleh Ketua Utama dan Pengurus Besar Alkhairat Pusat.

Untuk mengetahui kewenangan pembenahan pesantren itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una Una HM Syaharudin, S.Ag, MM yang dimintai keterangannya menjelaskan, bahwa secara teknis sekolah itu berada dalam pengelolalan Yayasan, namun pihak Kemenag tetap melakukan fungsi kontrol.
Ia mengungkap sebelum bertugas di Ampana, beberapa kali ia pernah berkunjung ke pesantren itu, kondisinya seperti itu setiap musim penghujan. Jelas Kakemenag Tojo Una Una, Selasa 16 September 2025.
Aktifitas dilokasi pesatren saat ini, sedang dibangun dua unit ruangan bantuan Pemda, lewat Dinas PUPR Tojo Una Una.”Saya berharap kondisi itu menjadi perhatian pihak terkait” Harap Kemenag.

HM Syahrudin merisaukan genangan air bercampur lumpur, menurutnya rawan dengan penularan penyakit, dan perlu menjadi perhatian dinas terkait,baik dinas kesehatan maupun dinas lingkungan hidup Imbuhnya.
Ia mengharapkan pula kepada kepada kepala Madrasah agar inovatif, serta membangun kemunikasi dan berkoordinasi dengan Pemda, untuk dapatkan perhatian.
“Kami berulang kali memberi dukungan dan masukan kepihak Madrasah untuk proaktif melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembenahan lingkungan yang terdampak” Ungkap HM Syahrudin.

Hasil pengamatan media ini, sumber air yang selalu menyasar kawasan Madrasah Tsanawiyah di akibatkan luapan aliran sungai kecil disisi atas Madarasah itu.
Sementara drainage pembuangan sekitar pesanteran tidak mampu menampung air, demikian juga drainage yang menampung aliran air dari arah desa Sumoli, justru mempercepat aliran air menunju kelaut yang berada dipesisir pantai kelurahan Muara Toba dan Kayu Kelo.” Air itu meluap ke pesanteren dan sekitarnya, ini akibat saluran tidak mampu menambung debit air saat banjir” Jelas warga dekat Kawasan itu.
Sementara terlihat berapa fasilitas sekolah seperti Mesjid dan ruang wudhu dan ruang belajar, aman dari air banjir, karena kontur tanahnya lebih tinggi dari permukaan sebagian tanah dihalaman dalam dan luar bangunan, namun akses ketempat itu digenangi air berlumpur.
Arternatif yang dibutuhkan adalah pembangunan tanggul penahan sungai kecil, atau peninggian lokasi, dan untuk perencanaan bangunan baru perlu mempertimbangkan kondisi lokasi saat ini.
Hal senada disampaikan Ketua Komda Alkhairat Kabupaten Tojo Una Una Dr. H. Mahmud Lahay, SE, M.Si merespon pertanyaan media ini.
Dalam perjalanan menuju Kecamatan Tojo melalui sambungan WhatsAPP menjawab media ini ikut prihatin, diperoleh jawabannya. .
Menurutnya ada 3 point yang perlu dilakukan, Pertama, Saluran Air diatas pesantren diperlebar karena tidak mampu menampung air ketika banjir karena hujan lebat, Kedua, Pelebaran saluran air dijalan raya supaya kiriman banjir dari atas mulus sampai di sungai kecil, karena salurannya sudah diperluas, dan Ketiga butuh sumber dananya dari provinsi melalui OPD mana yang cocok. Tandas Dr. H. Mahmud Lahay (Sam Asiku)