KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Doa Minta Hujan Terjawab: Kecamatan Tojo Barat Mulai Diguyur Hujan Dua Malam Berturut-turut

×

Doa Minta Hujan Terjawab: Kecamatan Tojo Barat Mulai Diguyur Hujan Dua Malam Berturut-turut

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNABayang-bayang kekeringan ekstrem dan amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mencekam Kabupaten Tojo Una-Una perlahan mulai terkikis. Harapan baru menyapa warga Kecamatan Tojo Barat setelah tetesan air hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua malam berturut-turut, mengeser  keresahan yang dirasakan masyarakat akibat kemarau panjang.

Guyuran air dari langit ini seolah menjadi jawaban atas ikhtiar spiritual warga. Tepat pada Jumat pagi, 18 September 2026, ratusan masyarakat bersimpuh khusyuk menggelar pelaksanaan salat Istisqa (salat meminta hujan) secara berjemaah di Lapangan Tu’a Mulangke, Kecamatan Tojo Barat.

KUA Tojo Barat Iskandar Lasimpala, M.PdI

Doa Terjawab: Hujan Mulai Merata mulai membasahi bumi

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tojo Barat, Iskandar Lasimpala, M.PdI., mengonfirmasi bahwa intensitas hujan mulai mencairkan suasana tegang di desanya. Berdasarkan pantauan dan laporan beruntun dari lapangan, sebaran hujan bergerak dinamis:

Jumat Malam, 18 September 2026: Hujan deras langsung menyiram wilayah barat, membentang dari Desa Malei, Galuga, hingga Desa Ujung Tibu.

Sabtu Malam, 19 September 2026: Cakupan hujan bergeser meluas dan kembali mengepung sejumlah wilayah mulai dari Desa Ngawia hingga Desa Tatari.

“Alhamdulillah, hujan membasahi bumi merata di seluruh desa di Tojo Barat meskipun curahannya tidak merata, malam ini hujan masih sedang turun,” ungkap Iskandar saat memberikan keterangan langsung dari Desa Tombiano, Minggu malam 20 September 2026.

Intensitas hujan yang cukup tinggi dirasakan langsung di jantung ibu kota kecamatan, Desa Tombiano, hingga membuat air sempat menggenangi ruas jalan aspal utama. Kondisi serupa juga dikuatkan postingan FB Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tojo Una-Una, Moh. Ruslam Siparante, yang mengabarkan bahwa wilayah Desa Ngawia diguyur hujan dengan intensitas cukup deras pada malam ini,(https://www.facebook.com/share/r/18wFkbhh5A/)

Kondisi Variatif di Kawasan Hulu dan Perbukitan

Kendati kawasan pesisir dan dataran rendah Tojo Barat telah tersiram air, situasi berbeda dilaporkan terjadi di daerah perbukitan atau hulu. Kepala Desa Lemoro, Risman, menuturkan bahwa berdasarkan koordinasi dan informasi dari rekan sesama kepala desa—termasuk Kades Toliba dan kades  Ngawia—hujan di wilayah perbukitan sempat turun namun hanya berintensitas ringan dan berlangsung sebentar (lewat).

Meski pasokan air belum sepenuhnya maksimal di area tersebut, warga tidak perlu berkecil hati. Langit di atas Desa Lemoro dan sebagian besar wilayah Tojo Barat terpantau masih terkunci oleh gumpalan awan mendung hitam pekat yang menyisakan harapan besar akan datangnya hujan susulan dalam waktu dekat.

Angin Segar untuk Sektor Pertanian dan Krisis Air Bersih

Sebelum berkah hujan ini turun, ancaman gagal panen total (puso) serta keringnya sumur-sumur warga akibat kemarau dan hantaman karhutla sempat memicu kepanikan massal bagi para petani dan pekebun. Mengingat sebagian besar roda ekonomi masyarakat Tojo Barat bertumpu pada sektor perkebunan dan pertanian, kemarau panjang menjadi tantangan yang amat berat.

Kades Lemoro Risman Pandita

Kini, dengan kembalinya kelembapan dan basahnya tanah perkebunan, warga menaruh asa yang tinggi agar siklus cuaca berangsur normal. Air yang mulai mengalir dan membasahi lahan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan—memulihkan ketersediaan air bersih untuk konsumsi harian serta menghidupkan kembali denyut aktivitas pertanian dan perkebunan warga secara normal.(H. Sam Asiku)