JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK – Rencana pembangunan waduk untuk mengatasi krisis air bersih dan kebutuhan air irigasi pertanian di Kabupaten Banggai mendapat tanggapan positif dari DPRD Banggai.
Rencana tersebut kembali disampaikan Bupati Banggai Amirudin dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar di Kantor Bappeda Banggai, Kecamatan Luwuk Selatan, Rabu (11/3/2026).
Forum yang diselenggarakan oleh Bappeda Banggai ini bertujuan untuk mempertajam prioritas pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Dalam beberapa tahun terakhir, persoalan ketersediaan air bersih maupun air irigasi menjadi keluhan masyarakat di sejumlah kecamatan. Keluhan tersebut kerap disampaikan dalam berbagai forum musrenbang di tingkat desa hingga kecamatan.
Bupati Amirudin menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan PDAM, salah satu penyebab kelangkaan air adalah berkurangnya debit air saat musim kemarau. Untuk mengatasi persoalan yang terus berulang setiap tahun tersebut, pemerintah daerah berencana menjadikan pembangunan waduk sebagai salah satu program prioritas.
“Saya mohon, dengan persetujuan teman-teman di DPRD, tahun 2027 dibuat anggaran yang lebih besar untuk mengatasi masalah air,” ujar Amirudin.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari DPRD Banggai. Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap, menilai pembangunan waduk merupakan langkah konstruktif untuk mengantisipasi krisis air di masa depan.
“Insyaallah, program tersebut bisa kita sepakati dalam perencanaan pembangunan tahun 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Banggai, Suprapto, meminta PDAM dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar menyusun perencanaan yang komprehensif dalam penanganan sumber daya air.
Menurutnya, pembangunan waduk atau penampungan air menjadi salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi penurunan debit air yang kerap terjadi.
“Isu ini sudah disampaikan oleh Bapak Bupati yang akan menentukan kebijakan bagaimana mengelola air ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan membangun waduk atau penampungan-penampungan air untuk mengantisipasi terjadinya penurunan debit air,” kata Suprapto saat menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD Banggai.
Ia juga meminta PDAM segera memperbaiki manajemen distribusi air kepada masyarakat. Pasalnya, distribusi air yang tidak merata masih sering dikeluhkan warga.
“Masih banyak praktik-praktik yang memprioritaskan pihak-pihak tertentu yang kemudian ini menambah gaduhnya pelayanan air di masyarakat,” tambahnya.
Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan rancangan RKPD Kabupaten Banggai tahun 2027 ini turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili, Ketua DPRD Banggai Saripudin Tjatjo, Wakil Ketua I DPRD Banggai I Putu Gumi, Sekretaris Daerah Moh. Ramli Tongko, serta para pimpinan perangkat daerah.
Kegiatan forum tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua, Kamis (12/3/2026), agenda dilanjutkan dengan desk forum perangkat daerah, di mana setiap perangkat daerah akan berdiskusi dengan pemerintah kecamatan untuk membahas usulan prioritas hasil musrenbang dan hasil reses DPRD.
Hasil pembahasan dalam desk forum tersebut selanjutnya akan dibawa pada Musrenbang tingkat kabupaten sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah. (**)