JURNALPOLRISULTENG. ID – Morut, Desa Ueruru dan Desa Boba di Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara(Morut) Sulawesi Tengah ( Sulteng) yang saling meng klaim bahwa lokasi lahan perkebunan kelapa sawit PT.Cipta Argo Sakti (PT. CAS) masuk wilayah desa mereka
Demikian dijelaskan dua kubu yang saling meng klaim antara Badan Pengawas Desa( BPD) Desa Ueruru dan Badan Pengawas Desa Boba kepada Media ini di Bungku Utara belum lama ini Kamis, (2/3/2023).
Badan Pengawas Desa(BPD) yang juga sebagai Tim 9 yang dibentuk Desa Ueruru Burhan Hasan menjelaskan lokasi lahan perkebunan kelapa sawit PT. CAS masuk wilayah desanya
Burhan yang pernah menjabat Kepala Desa Ueruru tahun 2007 menambahkan bahwa lokasi lahan perkebunan yang sekarang ini di garap oleh PT. CAS, masuk juga didalamnya Izin Usaha Pertambangan (IUP)
Sementara itu Kepala Desa Boba Sofian Sondeng dalam keterangannya kepada Media ini juga menjelaskan lokasi lahan Perkebunan sawit PT. CAS masuk wilayah Desanya sesuai dengan peta sementara
Begitu juga dengan keterangan Ketua BPD Desa Boba Subeno yang juga sebagai Tim Tapal batas yang dibentuk Pemerintah Desa Boba menjelaskan, “Bahwa batas Wilayah Desa Boba bukan hanya berbatasan Desa Ueruru tapi ada Desa Siliti, Desa Opo, Desa Salobiro, Desa Uempanapa dan Desa Lemowalia. Sementara Desa Boba juga berbatasan dengan Desa Sea dan Desa Kolo Atas Kecamatan Mamosalato.
Lanjut Subeno, kami juga sudah melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan Tim 9 desa Ueruru dilokasi perkebunan PT. CAS namun belum ada kesepakatan”. Ujarnya.
Gerneral Manager (GM) PT. CAS Haerul mengatakan, “Kami disini hanya membicarakan Operasional saja dan menyangkut Tapal Batas kita serahkan Kepada Pemerintah Desa”. Ujarnya menjelaskan.
Yang jelas Kata GM PT. CAS Haerul Izin Usaha Perkebunan yang kami miliki kurang lebih 22 ribu Hektar sampai ke Desa Salubiro dan yang berpotensi ada 11 ribu Hektar
Sejak tahun 2019 kami dari pihak Perusahaan sudah melakukan pembibitan Kelapa sawit di Desa Boba dan saat ini dalam tahap penanaman kurang lebih seribu seratus hektar”. Ujarnya mengakhiri.
UG