SULAWESI TENGAH

Fenomena alam rutin mendera ruas jalan Kebun Kopi,  adalah  tantangan untuk melakukan kajian pembangunan jalan baru menghubungkan Parimo dengan ibu Kota Provinsi Sulteng 

794
×

Fenomena alam rutin mendera ruas jalan Kebun Kopi,  adalah  tantangan untuk melakukan kajian pembangunan jalan baru menghubungkan Parimo dengan ibu Kota Provinsi Sulteng 

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – PARIGIMOUTONG, Fenomena alam rutin terjadi pada  ruas jalan Kebun kopi, sarana tranportasi darat yang menghubungkan Kabupaten Parigi Motong dan Kota Palu cukup memprihatinkan.

Dari tahun ketahun menjadi pemandangan buruk  adanya  kendala yang dialami masyarakat sebagai pengguna transportasi darat tersebut adanya longsoran sehingga terjadi buka tutup jalan.

Pemandangan yang tak asing lagi  mengundang banyak sorotan, karena telah menelan banyak korban, bahkan anggaran dilakokasikan cukup besar untuk pembenahanya.

Banyak pertanyaan, apakah pemerintah melalui kementrian  PUPR  serta Balai Jalan di Sulawesi Tengah selaku instansi teknik sudah melakukan kajian,  untuk  membuat perencanaan jalan baru memindahkan urat nadi perekonomian yang menghubungkan kabupaten Parigi Moutong dan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah? 

Menjadi tantangan bagi Gubernur Sulteng sebagai tumpuan harapan masyarakat apakah  akan  melakukan langkah berani menyikapinya. 

Longsor di Jalur Kebun Kopi Lumpuhkan Lalu Lintas, Polisi Bertindak Cepat Evakuasi Kendaraan Terjebak.

Rilis yang diperoleh, material longsoran berupa pasir, batu, tanah, dan lumpur menutup total badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas dari dua arah Toboli–Tawaeli lumpuh total.

Hal itu diakibatkan oleh curah hujan yang terus menguyur wilayah Parigi Utara memicu terjadinya tanah longsor besar di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di jalur Kebun Kopi, Kilometer 8, Desa Toboli Barat, pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Kejadian itu  mendapat respon cepat dari  personel gabungan Subsektor Parigi Utara dan Satuan Lalu Lintas Polres Parigi Moutong langsung diterjunkan ke lokasi.

Mereka segera melaksanakan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terjebak longsor. “Tebing longsor menutup jalan sepanjang 500 meter dengan ketinggian material mencapai 1 hingga 2 meter,” ujar petugas di lokasi.

Pada rilis itu disebut, sebanyak 8 unit kendaraan dilaporkan terjebak longsor,  terdiri dari 4 mobil dan 4 sepeda motor.

Meski tak ada korban jiwa, kerugian materiil tak terelakkan, kemacetan pun terjadi hingga beberapa kilometer  menyumbat hingga terjadi  antrean panjang dari dua arah berlawanan.

Para pengendara terpaksa menunggu di tengah hujan deras sembari menanti proses evakuasi. Tak sedikit yang harus memutar balik mencari jalur alternatif.

Evakuasi kendaraan dimulai pukul 22.10 Wita, dilakukan dengan penuh kewaspadaan karena kondisi jalan yang licin dan gelap gulita. Dibantu alat berat berupa 1 unit Loader dan 1 unit Excavator, petugas bekerja tanpa henti selama dua jam.

Kerja keras dilakukan tepat pada pukul 24.00 Wita, seluruh kendaraan berhasil dievakuasi dari lokasi longsor.

Meski evakuasi selesai, pembersihan material longsoran belum dapat dilakukan secara maksimal, hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.

Sumber itu mengatakan Sejauh ini, jalur masih belum bisa dibuka secara normal, dan pengamanan tetap berlangsung.

Pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar menghindari jalur Kebun Kopi untuk sementara waktu dan mengikuti arahan petugas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami tetap siaga 24 jam. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” ujar salah satu personel Sat Lantas di lokasi kejadian.

Kepda masyarakat dan pengemudi yang hendak melintas di jalur tersebut, disarankan mencari jalur alternatif mengingat kondisi medan yang masih labil dan berpotensi longsor susulan. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pihak berwenang.(Sam Asiku)