KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Fenomental Manakala Jeritan Masyarakat Menatap Nanar Air Banjir Memasuki Rumah dan Pemukiman Mereka

×

Fenomental Manakala Jeritan Masyarakat Menatap Nanar Air Banjir Memasuki Rumah dan Pemukiman Mereka

Sebarkan artikel ini

Intensitas curah hujan pada medio bulan Ramadan 1446 Hijriah menyuguhkan fenomena kelam tentang keluhan dan jeritan masyarakat yang terdampak banjir.

Siapakah yang harus disalahkan, ketika banjir melanda dan merendam pemukiman masyarakat bahkan malam ini, beberapa rumah telah dimasuki air.

Jangankan untuk tidur, sedang semua ruang tidak memungkinkan bagi mereka bertahan untuk melewati malam ini akibat kelelahan mencari nafkah siang tadi, sementara hujan masih terus menguyur sejak tadi sore, Jumat 21 Maret 2025.

 

Laporan : H. Sam Asiku

Malam ini masyarakat yang terdampak, butuh kunjungan sebagai bukti kepedulian kepada kondisi mereka alami.

Beberapa postingan diberanda Media Sosial Facebook diramaikan dengan fenomena air yang memasuki rumah mereka.

Mendekati pukul 23.00 wita, nurani saya tergelitik atas amanah sebagai pekerja Pers untuk menyampaikan hasil liputan terupdate, memastikan kondisi pemukiman masyarakat disekitar kelurahan Dondo kecamatan Ratolindo, yang menjadi langganan genangan air ketika banjir melanda.

Seharusnya saat ini, masyarakat sudah dibuai mimpi indah dalam kedamaian menyongsong  Idul fitri 1446 H mubarak, namun kegembiraan itu lenyap, bahkan berganti derita dan tangis kecil dihati mereka, air banjir yang keruh tak berkompromi, bertamu tanpa diundang.

Jangankan untuk tidur, semua ruang rumah tidak lagi memberi kesempatan untuk istirahat apalagi untuk tidur. Mungkin bagi keluarga yang punya sanak saudara bisa menampung mereka untuk sekedar tidur, namun bagaimana jika mereka tidak punya siapa-siapa untuk berteduh, menjadikan  malam ini menjadi malam yang panjang yang memilukan, mimpi buruk tanpa mata terpejam.

Miris dan sangat memprihatinkan pada paruh malam, ketika melihat sekolompok keluarga menahan dingin berusaha keluar dari rumah mereka, yang sudah terendam banjir, dikawasan jalan kramat 1 kelurahan Dondo kecamatan Ratolindo.

Mereka berusaha mengamankan beberapa peralatan elektronik, “kami akan kerumah keluarga di Sulatengko” Ujar ibu lirih seakan pasrah dengan kondisi malam ini.

Upaya yang dilakukan pemerintah daerah, pasca banjir beberapa hari yang lalu,melalui  Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una Una, baru saja melakukan tindakan, namun hanya hanya bisa menyedot genangan air di pemukiman masyarakat Dondo dengan alat pemadam kebakaran.

Menurut salah seorang pejabat penting di dinas BPDB ada tiga unit Alcon, masih digudangkan. “Saya tidak tau alasannya pimpinan” Jelasnya.

Ketidakpuasan penanganan  kondisi yang terjadi, sehingga Uun Gunarso tokoh pemuda di Ampana menulis  di account facebooknya pada intinya  keluhkan janji salah seorang penjabat yang akan menurunkan alat berat, namun kenyataan itu hanya sebatas janji.

Apakah Pemda tidak tinggal diam ?

Ternyata Pemda telah melakukan langkah preventif dengan melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait, namun output belum terimplementasi dilapangan.

Malam ini saya belum melihat ada seorangpun pejabat dinas terkait  turun kelapangan. “Seakan tidak ada kepekaan para pemimpin OPD terkait melihat situasi yang merisaukan malam ini.

Semestinya, urgensi kunjungan OPD terkait, sangat penting untuk melihat kondisi saat air banjir maksimal menerpa pemukiman masyarakat, bahkan beberapa rumah sudah terendam.

Dinas kesehatan harus sudah mendata titik pemukiman dibeberapa wilayah yang diprediksikan akan menyisakan genangan manakala aliran air banjir berhenti,. Hal itu untuk mengantisipasi wabah penyakit akibat genangan air.

Malam ini Kadis PU Kabupaten Tojo Una Una yang dihubungi lewat saluran WhatsApp belum mendapat jawaban.

Demikian beberapa nomor pejabat penting dihubungi  belum merespon, mungkin sementara istirahat malam.

Mendekati pukul 01.21 wita mantan bupati Admin Lasimpala , SIP menghubungi media ini, menyatakan keprihatinnya akan kondisi masyarakat malam ini.

Malam semakin larut, namun curah hujan masih terus mengucur menyisakan tanya dalam hati, kapankah masyarakat yang terdampak banjir selama ini akan menemukan solusi terbaik dari para pejabat yang peduli?

Dan apakah apakah sinyalemen alam ini, menjadi salah satu ajang seleksi  bagi Bupati untuk menguji kompetensi dan kelayakan pejabat terhadap kepekaan mereka, yang akan membantunya untuk 5 tahun kedepan? (Samas)