JURNALPOLRIS SULTENG.ID – AMPANA, Mantan wakil Bupati Tojo Una-Una, juga adalah tokoh politik H. Jamal Djuraedjo, S.Sos ketua DPD Partai Perindo Tojo Una-Una, menandaskan secara yuridis belum ada satupun pigur bupati maupun wakil bupati yang tampil menyambut pilkada Tojo Una-Una hingga hari ini.

Hal itu ditegaskannya, karena tahapan pemilukada belum jalan, jika ada yang menyatakan sudah sangat siap itu sah-sah saja, namun realitas politik hingga hari ini masih seperti itu.
Melalui pengamatannya, pasca pleno Perhitungan rekapituasi suara belum lama ini, hanya partai Golkar bisa mengusung 1 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, sementara partai dibawah lima kursi perlu koalisi. Ungkap H. Jamal Djuraejo.
Terkait kandidat pasangan Bupati dan Wakil bupati pada Pilkada Tojo Una-Una, menurut Jamal Djuraejo, maksimal hanya 4 pasangan saja, kecuali ada yang melalui jalur independan. Ujarnya.
Diketahui Koalisi itu akan melahirkan keputusan sangat dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing partai dalam hal mengusung kandidat. Terutama pertimbangan Porpol soal elektabilitas sejauh mana masyarakat menyambut pilihan parpol.? “Itu adalah urusan mereka” Ujar singkat.
Meskipun demikian masih ada jalur independent, bagi siapa saja yang memenuhi syarat mengisi bursa calon bupati maupun wakil bupati pada pilkada Tojo Una-Una yang akan digelar bulan Nopember 2024.? ” Siapa saja bisa melakuan itu” Ujarnya H. Jamal Djuraejo.
Bahkan menurutnya, partai-partai mininoritas dalam perolehan suara hanya 1 atau dua kursi masih sangat berpeluang menelorkan kandidat bupati dan wakil bupati, sepanjang mau berkoalisi. “jumlah suara minoritas mencapai sekitar 20 ribu suara. “Ujarnya meyakinkan.
Disoal pigur dari kalangan brokrasi dan politisi di Tojo Una-Una.
Jawaban H. Jamal Djuraejo, “Realitas diskusi saat ini, banyak menyinggung beberapa nama Figur yg mulai muncuat dan menjadi topik diskusi di beberapa kelompok stekholder antara lain, mereka adalah Ilham Lawidu, SH, DR.Hj. Sovianur kure,SE, M.Si, H.Ir. Rendi Lamadjido, Nawat Sara Pandjili, SE. M.Si, Asrun P Taurenta, MAP dan Imam Kuriawan Lahay, SE.” Tandasnya. (Sam Asiku)