JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Diawal pemerintahannya, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ilham Lawidu, SH dan Hj. Surya, S.Sos, M.Si, berupaya meraih Sekolah Rakyat (SR), yang merupakan salah satu program strategi nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Sedang Sekolah Rakyat adalah bagian dari salah satu misi pemerintah daerah kabupaten Tojo Una Una, yakni menyediakan pendidikan dan meningkatkan mutu layanan serta fasilitas pendidikan yang memiliki daya saing tinggi.
Sekolah Rakyat merupakan peluang emas bagi masyarakat Tojo Una Una untuk memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) melalui beban anggaran pemerintah pusat. Lebih dari sekadar tempat belajar, dirancang sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, Program Sekolah Rakyat di Tojo Una Una jangan sampai terganggu oleh berbagai kepentingan apapun.
Kondisi Kabupaten Tojo Una Una yang berpredikat masyarakat miskin, Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang adil bagi setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, bukti nyata pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah prioritas utama.
Dari beberapa sumber, Program ini dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin/miskin ekstrem, program ini menanggung biaya hidup, pendidikan, dan kesehatan secara penuh, serta menawarkan kurikulum yang memadukan pendidikan formal dan keterampilan hidup.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan nasional berbasis asrama gratis (SD-SMA) yang diinisiasi pemerintah Indonesia (dibawah Kemensos dan Kemendikdasmen) untuk memutus rantai kemiskinan.
Konsep Asrama pada Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama (boarding school) 24 jam, di mana negara menanggung biaya sekolah, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan.
Poin-poin kunci mengenai Sekolah Rakyat, tujuannya adalah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga desil 1 dan 2 (miskin ekstrem) agar memutuskan rantai kemiskinan.
Jenjang dan Legalitas, Sekolah formal yang mencakup tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan ijazah yang diakui secara nasional.
Program Sekolah Rakyat menyasar pada Anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak jalanan, atau mereka yang berisiko putus sekolah, khususnya yang berada di daerah terpencil.
Sedang fokus pendidikan, tidak hanya akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup (life skills).
Dari situs media keuangan.kemenkeu.go.id , menulis bahwa program Sekolah Rakyat mulai beroperasi secara nasional pada tahun ajaran 2025/2026, dengan ratusan sekolah yang direncanakan dibangun di seluruh Indonesia.
Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan vokasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong.
Dengan demikian, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi pribadi tangguh, kreatif, dan berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada budaya dan nilai luhur bangsa.
Di Provinsi Sulawesi Tengah akan hadir 3 Sekolah Rakyat (SR), yakni SR Tadulako Nambaso, SRMP Sigi dan SR Terintegrasi Tojo Una-una. (Sam Asiku)