Pemilu Kepala daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan Rabu, 27 Nopember 2024 akan datang. Dalam soal persiapan, konsolidasi maupun penyusunan langkah politik. Pergeseran waktu dari hari ke hari menjadi berarti didalam menyusun stragi jitu untuk memenangkan kursi Bupati dan wakilnya.
Catatan : Sam Asiku
Gambaran kekuatan politik dilembaga legislatif untuk priode 2024- 2029 sesuai Hasil pleno KPU Tojo Una-Una telah menyajikan komposisi kursi di DPRD Tojo Una-Una, dimana Partai Golkar mendominasi dengan 5 kursi, PPP dengan 4 Kursi, PKB 3 Kursi, NasDem 3 Kursi, Gerindra 2 Kursi, PDIP 2 Kursi, Demokrat 2 Kursi, PBB 1 Kursi, PAN 1 Kursi, Perindo 1 Kursi dan PKS 1 Kursi.

Dapatlah dipastikan Partai Golkar dibawah Taktis tangan dingin Ketua DPD 2 Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH memenuhi harapan para pemangku kepentingan Partai yang berlambang Beringin, dimana kadernya Gusnar Suleman, SE dengan elegan mengambil alih kursi ketua DPRD Tojo Una-Una dari Partai NasDem, dimana suara Nasdem pada priode yang lalu sempat mengeser suara Golkar.

GURNAR SULEMEN, SE
Dalam hal ini Gusnar Suleman, SE pada priode yang lalu disisikan dari kursi ketua DPRD Tojo Una-Una, namun takdir yang mengantarnya, kembali bertahta dengan perolehan suara yang signifikan diiringi 4 kontestan partai Golkar yang berlaga pada pileg pada pemilu 2024.

Fitri Mofie Indriani Lahay, S.Farm
Hal yang sama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), membuka babakan baru dalam kanca politik negeri Sivia Patuju julukan Kabupaten Tojo Una-Una, dalam kehampaan kursi DPRD Tojo Una-Una, tak terduga sebelumnya bahkan banyak yang pesimis akan kemenangan PPP, justru melejit dengan akumulasi suara bernilai 4 kursi dewan. Terbilang spektakuler akan pergerakan PPP yang berhasil mengantar kadernya kekursi di DPRD Tojo Una-Una dan DPRD Sulawesi Tengah.
Dalam kalkulasi politik Euforia kemenangan sah-sah saja, akan tetapi jangan terlena dan menghilangkan kewaspadaan dengan adanya beberapa partai lainnya, seperti PKB 3 Kursi, NasDem 3 Kursi, Gerindra 2 Kursi, PDIP 2 Kursi, Demokrat 2 Kursi, PBB 1 Kursi, PAN 1 Kursi, Perindo 1 Kursi dan PKS 1 Kursi. Kekuatan ini sangat berpengaruh dan tak dapat disepelekan, justru akan menjadi penentu jika bicara dukungan. dimana setiap partai memiliki gerbong yang ditumpangi ribuan konstituennya.
Untuk membangun kembali ingatan, perjalan perpolitikan di Tojo Una-Una perlu mereviuw Kekuatan porpol dilembaga legislatif dua priode sebelumnya 2014-2019 2019-2024 dapat dilihat pasang surutnya perolehan suara pileg yang dikantongi parpol di Tojo Una-Una.

Sumber Istimewa
Menghadapi pilkada 2024, jika melihat komposisi kursi DPRD Tojo Una-Una dari 11 parpol yang berkompetisi pada pemilu 2024 meninjau hasil Pleno KPU Tojo Una-Una, maka posisi partai Golkar dan PPP dapat mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada 2024, tanpa harus melakukan koalisi.
Sehingga banyak elit politik berpendapat hitungan sementara 4 hingga 5 pasang calon bupati dan wakil bupati, yang akan berlaga diarena pilkda Tojo Una-Una.
Tentu tanpa incumben pertarung pilkda di Tojo Una-Una, akan kompetitif dimana seluruh parpol yang menjadi peserta pileg akan menggunakan super powernya untuk pemenangan nanti.
Menelisik hasil pleno KPU Tojo Una-Una yang sudah menyajikan bidak catur pada kanca politik di Tojo Una-Una, Raja dan Perdana Menteri adalah Partai Golkar dan PPP dan apakah pada pilkada 2024, akan ada parpol gurem yang akan memberi dukungan pada dua Porpol yang mendominasi lembaga Legislatif Tojo Una-Una tersebut?
Melihat komposisi itu, tentu membutuhkan kekuatan formasi dalam menghitung setiap langkah untuk mematikan pergerakan lawan, sebab dalam ruang politik tidak ada yang abadi selain kepentingan, sehingga segala kemungkinan dapat terjadi. Dinamika itu akan meramaikan Konstelasi politik yang perlahan mulai menghangat.(Sam Asiku)