Pelaksanaan Haul Guru Tua ke 57 di Kabupaten Morowali, adalah kegiatan rutinitas setiap tahun diselenggarakan. Tahun ini terjadi Peningkatan kehadiran masyarakat, sebagai pertanda kecintaan masyarakat kepada pendiri Al Khairat Habib Idrus Bin Salim Aljufri, tak pernah pupus oleh waktu yang terus berganti. Wosu, Sabtu, 25 April 2025.
Catatan : H. Sam Asiku

Haul Guru tua, tokoh besar yang telah menoreh sejarah penyebaran pandidikan Agama dan dakwah, bukan saja di Sulawesi Tengah, namun wilayah Indonesia Timur, adalah jejak perjalanan perjuangan Guru Tua untuk umat manusia.
Banyak kesaksian dan penuturan, mengenang kenangan indah sang Habib diberbagai kehadiran dan pertemuan yang tertanam dalam ingatan.
Diketahui Kondisi Georafis Sulawesi Tenga,h bahkan wilayah Indonesia Timur memiliki banyak keterbatasan dan masa-masa sulit adanya penjajahan, saat itu sarana transportasi maupun Informasi serta sumber daya manusia sebagai perpanjangan tangan dalam mengemban misi perjuangan Guru Tua masih sangat terbatas.
Namun terlepas dari Keberkahan dan Kekeramatan pendiri Alkhairat itu, serta ditinjau dari aspek yang rasional Guru Tua dalam mengemban misi mulia Guru Tua memiliki prinsif dasar, memprioritaskan membangun sumber daya manusia.
Sehingga diakhir hayat Guru Tua pada tahun 1969, meninggalkan warisan 420 Madrasah, dimana warisan itu membutuhkan rasa cinta yang mendalam dari abnul khairat, bahkan masyarakat untuk meneruskan apa yang telah dimulakan Guru Tua. Adalah untaian kata yang tersaji pada haul guru Tua ke 57 tersebut.
Ketua Komda Alkhairat Morowali Dr. Anwar Hafid, M.Si, dalam sambutannya pada kegiatan yang dihadiri Ketua Utama Alkhairat Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, Bupati dan wakil Bupatti serta unsur Forkopimda, Rektor Alkhairat dana para pejabat lainnya, serta kehadiran masyarakat yang memadati tempat Haul Guru Tua ke 57 didesa Wosu Kabupaten Marowali.
Melalui narasinya Dr. Anwar Hafid, berucap bahwa orang yang tak dapat dinasehati, adalah manusia yang tidak waras dan manusia yang sedang jatuh cinta.
“Kecintaan kita kepada Habib Idrus, adalah manusia yang luar biasa yang memberikan jasa telah menorehkan jasa bagi dunia pembangunan dan dakwah di daerah ini” Ujar Anwar hafid.
Memaknai kecintaan kepada guru tua, tidak sebatas kata-kata, namun dapat diimplementasikan, diantaranya mengingat haul Guru Tua, melaksanakan amanahnya, serta menjaga warisannya.Suport Dr Anwar Hafid.
Dr. Anwar Hafid, mengajak untuk terus menghidupkan dan meningkatkan Madrasah Diniyah Awaliyah, menjadi tujuan dalam mengemban misi pendidikan dan agama, fokus pada Madrasah Diniyah Awaliyah, yang merupakan pondasi pembentukan karakter. Ucap Dr. Anwar Hafid.
Proyeksi abad pendidikan abad ke-21 ada tiga syaratnya, survive seseorang ke depan, akan menjadi orang insan manusia yang dapat bersaing dalam segala hal, jika menerapkan 3 hal penting untuk masa depan yang cerah.
Pertama wawasan pendidikan karakter, yang dirancang oleh UNESCO badan PBB yang mengatur tentang pendidikan di dunia. Bahwa seorang itu akan bisa bersaing di mana saja harus memiliki wawasan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlak dan adab. Kedua memiliki kompetensi keahliannya dan yang ketiga memiliki wawasan.
Sejarah panjang perjuangan Guru Tua telah menanamkan 3 hal pokok itu, sejak di Madrasah Diniyah Awaliyah, yang harusnya diteruskan sebagai warisan dalam menerapkan kecintaan kepada Guru Tua.
Pada kesempatan itu selaku ketua Komda Alkhairat Morowali, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemda kabupaten Morowali yang telah memberi kontribusi pada MDA dan Pondok pesantren Alkhairat. Juga Dr Anwar Hafid menitipkan amanatnya pada bupati, terkait Guru MDA agar dapat diangkat menjadi tenaga honor daerah.
Sementara dalam kavasitas sebagai Gubernur Dr Anwar Hafid, M.Si mengatakan melalui kewenangannya sudah memberi dana Bos kepada Madrasah Aliyah, adalah wujud perhatian untuk menjaga warisan Guru Tua, termasukdan BOS itu diberikan kepada sekolah swasta lainnya.
Orang nomor satu Di Sulawesi Tengah, menyampaikan 9 program berani, dua yang sudah di launching, yaitu berani sehat dan berani cerdas.
Untuk program berani cerdas, tercatat sudah 31 ribu mahasiswa yang telah mendaftar untuk mendapatkan beasiswa. “Kita akan berikan beasiswa, sesuai jurusan sampai mahasiswa, untuk kedokteran dianggarkan 20 juta per semester, dengan pilihan kampus dimana saja, swasta maupun negeri.
Terkait dengan Pendidikan, Drs Anwar Hafid telah mengundang semua perusahaan pertambangan di Morowali, wajib sekolahkan anak-anak Morowali.“Silahkan sekolahkan mereka sampai ke China, negara china dikenal dengan ilmu dan teknologi tercanggih.
Ketegasan itu dengan mempertimbangkan bandingkan pendidikan dikecap masyarakat disana dengan melihat potensi sumber daya alam di Morowali. “Jangan sampai isi perut alam Morowali, sudah habis terus tinggalkan. Minimal masyarakat bisa mengecam Pendidikan yang baik.”kalaupun perut lapar, otak Kami masih bisa berpikir untuk mengisi perut itu. Imbuh Dr Anwar hafid.
Sehubungan dengan biaya Pendidikan lewat program berani cerdas, Gubernur menyampaikan kabar baru buat bagi masyarakat. Bagi yang menyekolahkan anaknya di SMK, mulai tahun ini semua SMA, SMK Sulawesi Tengah, tidak boleh lagi ada pungutan dalam bentuk apapun. Demikian juga biaya prakering, Uji kompetensi, tidak ada lagi. Tegas Gubernur Anwar Hafid.
Untuk program berani sehat,Gubernur menyampaikan, tidak ada lagi BPJS bagi masyarakat yang sudah tidak berlaku. Semua BPJS Rakyat Sulawesi Tengah mulai dari Puskesmas rumah sakit, sudah dibayarkan oleh pemerintah Provinsi. “Saya sudah siapkan uang 1,3 miliar setiap bulan, untuk menalangi BPJS masyarakat yang tidak aktif lagi, adanya MoU dengan BPJS.
Gubernur juga menyampaikan program berani bayar pajak, sampai tadi malam sudah hampir 100. 000 kendaraan yang membayarkan pajak kenderaanya.(samas). Sumber Foto : Tim Media AH dan Youtube