Ditandaskan Bupati Tojo Una Una Iham Lawidu, SH, bahwa peran jurnalis dan media di Tojo Una Una sangat penting untuk mengimbangi lajunya informasi diera digitalisasi saat ini. “media adalah jembatan bagi pemda dan masyarakat untuk terus melakukan komunikasi, peran itu dimiliki oleh media yang dapat memberi kontribusi besar terhadap informasi yang berimbang dan positif, diantara dinamika pembangunan dan pengelolalan pemerintah saat ini. Ucap bupati di ruang Bupati, 12 Maret 2026.
Laporan : H. Sam Asiku
Pernyataan itu disampaikan bupati saat melakukan silaturahim dengan puluhan wartawan mendekati penghujung di bulan suci Ramadhan 1447 H tahun 2026, dimana rencana pertemuan sempat tertunda beberapa kali. Ungkap Ilham Lawidu.
Dikatakan bupati banyak hal yang tak tersampaikan kepada masyarakat terkait kegiatan pemerintah daerah. “peran Media sangat elegan tampil sebagai penyaji informasi yang berimbang dan konstruktif, serta memberi kesejukan ditengah masyarakat, juga bagi masyarakat yang berada diluar daerah.” Ucapnya.
Melalui kesempatan itu bupati mengungkap Pemerintah daerah Tojo Una Una, saat ini terus fokus dengan program pemerintah pusat, “Asta Cita” gagasan Presiden Prabowo Subianto.
Bupati mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah membuka peluang bagi tenaga kerja dan peningkatan pendapat masyarakat tidak saja pada didapur MBG, namun matarantai dana penyedian bahan baku makanan bergizi yang melibatkan, petani, pengusaha lokal dan pihak terkait lainnya.
Dikatakan bupati, sebetulnya dana MBG itu adalah dana daerah yang dikelolah pusat dan dikembalikan kedaerah dalam bentuk program, “Sehingga terjadi kolaborasi dalam meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan pula pendapatan masyarakat di daerah. jelas Bupati.
Bupati mengungkap, Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia tengah mengintensifkan dukungan terhadap program “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus utama pada ketahanan pangan, pengentasan gizi buruk (stunting), dan peningkatan ekonomi lokal. Dukungan ini dilakukan melalui sinkronisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan agenda nasional.
Bupati Ilham Lawidu mengurai, bentuk dukungan konkret Pemda terhadap program Asta Cita:
Akselerasi Swasembada Pangan, Pemda fokus pada peningkatan produktivitas pertanian,
Penanganan Stunting dan Makan Bergizi Gratis, Pemda aktif mendukung program makan bergizi untuk anak sekolah guna memastikan gizi yang cukup, yang juga bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.
Sinkronisasi Kebijakan & Anggaran, Kemendagri menegaskan bahwa Pemda wajib menyelaraskan RKPD dengan program Asta Cita, bahkan ada ancaman sanksi bagi kepala daerah yang tidak mendukung program strategis nasional.
Penguatan Ekonomi dan Hukum, Menjalin kemitraan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk memberikan pendampingan hukum dalam implementasi program Asta Cita agar berjalan lancar.
Pengembangan Sektor Potensial, mengoptimalkan potensi perkebunan, kehutanan, dan pertambangan untuk menopang Asta Cita.
Pertemuan silaturahmi tersebut, bupati mengungkap keprihatinannya dengan kondisi daerah, menurutnya Tojo Una Una adalah daerah yang memiliki SDA yang memadai, namun belum dapat menjamin kehidupan masyarakat karen belum terkelolah dengan baik “ saya sedih dengan potensi daerah yang kita miliki, namun masyarakat tak merasakan dampaknya.” Ujar bupati serius.
Untuk itu, bupati mengatakan perlu mintset masyarakat dalam memahami upaya pemerintah terhadap pengelolalan SDA yang ada.
Ditegaskan Ilham Lawidu, tanpa perubahan cara padang dan memaknai pengolahan potensi SDA tak dapat merubah kondisi, dan kabupaten Tojo Una Una tetap seperti yang ada. “urgen adalah mintset masyarakat, menjadi presepsi bersama bahwa Investor membutukan ketenangan dalam melakukan aktifitas disuatu daerah”ucap bupati.
Ia mencontohkan pabrik kelapa dalam, yang layaknya berdiri di Tojo Una Una sebagai penghasil kelapa terbaik di Sulteng, namun realisasinya pabrik itu justru dibangun di Kabupaten Morowali.
Ia telah melakukan berbagai usaha, namun harapan itu menyisahkan jawaban di Tojo Una Una, hanya akan didirikan beberapa gudang penampungan saja.
Saya tegaskan “Investor butuh daerah yang nyaman dalam berinvestasi” Ucap bupati.
Terkait dengan investor Bupati menyentil isue penolakan terhadap surve migas oleh sebagian kecil masyarakat. “saya tak menandatangani penolakan itu mengapa? Karena saya sudah melakukan tinjauan dan banyak mencari informasi tentang pengelolan migas yang ternyata hanya memiliki dampak sangat kecil, tak seperti isu-isu yang diterima masyarakat awam” Ujar bupati.
“Contoh terdekat kilang migas di Kabupaten Banggai yang meningkatkan sektor pendapat daerah sekitar Rp. 300 milyar pertahun.”Ungkap Bupati
Diingatkan bupati, kedatangan investor memulakan dengan mencari informasi tentang kondisi daerah apakah aman atau tidak untuk berinvestasi. “Ini yang perlu menjadi perhatian jika masyarakat didaerah ingin maju.” Tegas bupati.
Pada pertemuan tersebut, bupati Ilham Lawidu menitipkan pesan serta mengajak seluruh steakholder dan semua pihak agar dapat membangun iklim sejuk dan kondusifitas daerah dalam rangka menyambut kedatangan investor di Tojo Una Una.(samas)

