PEMDA TOJO UNA-UNA

Jelang pemberangkatan Jemaah Haji,  Kolaborasi Pemda dan kementrian Agama Tojo Una-Una gelar manasik haji

466
×

Jelang pemberangkatan Jemaah Haji,  Kolaborasi Pemda dan kementrian Agama Tojo Una-Una gelar manasik haji

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Asisten Administrasi Umum Drs. Moh. Syarif, MAP membuka kegiatan bimbingan manasik haji Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2024, diruang Auditorium Bupati. Sabtu, (27/04/2024).

Kegiatan itu dihadiri Kandep Kemenag Tojo Una-Una H.M. Syahruddin, S.Ag, MM Ketua Mui Kabupaten Tojo Una-Una, Sekretaris Dinas Perhubungan dan lingkungan Hidup Bambang Talara, SH dan kabag Kesra Pemda Tojo Una-Una Yaumihi Palampangan, S. AG, MAP. Tim kesehatan dan medis Haji 2024 dr. Istifani Lawengan, Ns. Wahidin R. Sako, Kasi Bidang Haji dan Umroh Hj. Zulaeha Mohammad, S.Pi, serta Kasi Bimas Islam, H. Arzaq Mohamad Syahrir Saini, MA

Bimbingan Manasik Haji tahun 2024 yang digelar adalah kerja sama Pemda Tojo Una-Una dan Kemenag Tojo Una-Una yang menghadirikan pemateri provinsi Sulteng, Sekretaris MUI Prov. Sulteng, Drs. H. Mohamad Arfan Hakim, M.Pd.i, yang mengupas tuntas tentang perjalan ibadah haji, bersama tuntutan pelaksanaan rukun haji dan kegiatan lainnya sejak berangkat hingga kembali ketanah air.

Bupati Mohammad Lahay, SE, MM melalui sambutan tertulisnya, yang disampaikan Asisten Moh. Syarif Lasawedi, mengatakan penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional, yang juga menjadi tugas pemerintah dibawah koordinasi menteri agama, sebagai penyelenggaraan tekhnis bidang keagamaan.

Kegiatan operasional haji yang telah berlangsung puluhan tahun di laksanakan seirama dengan situasi dan kondisi kemasyarakatan yang semakin dinamis, kritis dan kreatif juga melahirkan tuntunan dan pedoman yang selalu terupdate,  yang harus di respon dengan positif.

“Terkait dengan tranformasi penyelenggaraan ibadah haji, perlu adanya penyelarasan tuntutan kebutuhan itu.” Ujar Bupati.

Langkah strategis yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan berbagai  aspek pelayanan, yang meliputi,  keorganisasi, sistim dan metode kerja, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dan penerapan teknologi informasi yang semakin melejit.Ucap bupati.

Menurut bupati, manasik haji adalah bagian dari pembinaan bagi calon Jemaah haji, sebagai tuntutan pelaksanaan ibadah haji sejak keberangkatan hingga kembali kekampung halaman masing-masing.

Perjalanan Panjang ibadah haji ini, sangat  membutuhkan  pelayanan dan perlindungan yang maksimal, dan merupakan tanggung jawab pemerintah sesusai yang dimanatkan UU RI nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Bertumpuh pada kewajiban itu, maka terus dilakukan pembenahan, baik sistem manajemen, pembinaan, pelayanan, perlindungan serta akuntabilitas dan konfrehensif pada penyelenggaraan ibadah haji.

Dibagian lain sambutannya, bupati memberi motivasi, bahwa tujuan bimbingan manasik haji,  baik yang dilaksanakan secara mandiri maupun yang difasilitasi oleh pemerintah, bertujuan membentuk  kemandirian setiap jemaah haji dalam melaksanakan ibadah, agar tidak mengalami kendala dan hambatan dalam pelaksanaan ibadah Haji.

Bupati mengingatkan, selain mengikuti manasik haji para Jemaah Haji sebelum pemberangkatan, agar mempersiapkan mental dan spiritual.   “Tetap menjaga kesehatan fisik dan pikiran, ikutilah seluruh rangkaian kegiatan manasik haji ini sampai selesai, jangan sampai ada rasa keterpaksaaan, semoga dapat mewujudkan tema kegiatan “Mengapai Haji Mabrur” (Sam Asiku)