PEMDA TOJO UNA-UNA

Kaban Bapperida Tojo Una-Una Gelar Pembukaan Lomba Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2024

1140
×

Kaban Bapperida Tojo Una-Una Gelar Pembukaan Lomba Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2024

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID -AMPANA, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tojo Una-Una, Muhamad Amin Bustamin,ST.,MM mengelar pembukaan lomba inovasi daerah tahun anggaran 2024. Senin 28 Oktober 2024.

Tim penilai lomba innovasi dari Universitas Tadulako, BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah dan Brida Provisi Sulawesi Tengah, masing-masing Dr Rosida P Adam, SE, MP, Hasim R.S.Kom, M.Si dan Dr. Abd Harmain APT, MM.

Hadir pada kegiatan itu Kepala Perangkat Daerah Terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una serta Kepala Puskesmas peserta lomba inovasi tahun 2024.

Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM melalui  sambutan tertulisnya menyambut baik kegiatan yang menurutnya, Inovasi adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Melalui lomba ini, kita telah menyaksikan begitu banyak ide-ide kreatif dan inovatif yang dihasilkan oleh putra-putri terbaik daerah kita. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat inovasi terus berkobar di tengah-tengah masyarakat.” Ujar Bupati memberi motivasi.

Bupati mengapresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba. Kreativitas dan kerja keras para peserta  adalah aset berharga bagi daerah kita.”Setiap inovasi yang dihasilkan, sekecil apapun, memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah kita.” Ujar Bupati

Menyikapi era yang semakin maju yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, baik dalam teknologi, sosial, maupun ekonomi.

Setiap  perangkat daerah dituntut untuk mampu beradaptasi dan menciptakan gagasan baru yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Lomba ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong setiap OPD agar berani berpikir di luar kebiasaan dan mencari cara-cara yang lebih efektif dalam menjalankan tugasnya.” Ujar Bupati.

Bupati menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar OPD dalam menciptakan inovasi yang berdampak.

Dalam lomba ini, setiap peserta tidak hanya bersaing untuk meraih penghargaan, tetapi juga berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik.” Ucap Bupati.

Inovasi yang baik tidak hanya terletak pada ide brilian, tetapi juga pada pelaksanaan yang tepat dan berkelanjutan.

Dikatakan bupati, penting untuk memikirkan bagaimana cara mengimplementasikan inovasi yang telah dikembangkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus mampu mengukur dampak dari setiap inovasi yang dilakukan, serta melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa tujuan kita tercapai, untuk itu pentingnya  melibatkan masyarakat dalam proses inovasi.

Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, akan memberikan perspektif yang berharga dan memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bupati memberi dorongan kuat, agar membuka ruang dialog yang luas agar masyarakat merasa memiliki andil dalam setiap kebijakan yang diambil.

Kepada Tim penilai bupati mengucapkan terima kasih yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menilai setiap inovasi yang diajukan.

“Penilaian yang objektif dan konstruktif sangat penting agar lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk pengembangan diri bagi setiap peserta.” Tandas  bupati.

Sementara Kaban Bapperida Tojo Una-Una, Muhamad Amin Bustamin,ST.,MM melalui arahannya, bagaimana optimalkan kembali inovasi-inovasi yang sudah mandek.

Ia mengatakan ada 13 inovasi sementara disusun penganggaranya untuk tahun 2025, inovasi tersebut akan melalui tahapan evaluasi, apa baselinenya, apa target yang dicapai dan bagaimana target pencapainan serta  berapa anggaran yang disiapkan.

Ia mengungkap penilaian kementerian Dalam Negeri BKSDM, kabupaten Tojo Una-Una masuk nominator untuk mendapatkan Innovative Government Award, yang merupakan  penghargaan tertinggi, bagi daerah yang memberikan konstribusi melalui inovasi bagi daerahnya.

Terkait dengan penilaian, Tim BKSDM kemendagri akan visitasi lagi kelapangan untuk melihat langsung, seperti apa penerapan inovasi tersebut.

Olehnya program kegiatan inovasi yang ada tinggal didokumentasikan. “Bahkan 1 OPD tidak hanya 1 inovasi tetapi kalau perlu hingga 5 inovasi.” Pinta  Amin Bustamin.

Ia mengatakan apa yang diperlukan untuk mendapatkan dari inovatif, adalah program kegiatan  yang ia sampaikan. Menurutya, kalau rutinitas dilakukan akan memberikan kontribusi besar terkait dengan indikator makro OPD, yang akan memberi kontribusi peningkatan indikator RPMJD.

Ia menandaskan, sebaiknya program kegiatan  di fokuskan pada inovasi-inovasi yang akan memberi dampak positif yang akan pemberian peluang mendapatkan insentip bagi daerah, disaat persaingan semakin ketat.Tutupnya  (Sam Asiku)