JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Perhatian pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una, dibawah kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati, Ilham Lawidu, SH dan Hj. Surya, S. Sos terhadap jaminan kesehatan masyarakat, dibuktikan penganugerahan, dengan berhasil meraih kategori utama keaktifan peserta BPJS Kesehatan dengan tingkat keaktifan di atas 95 persen.
Capaian ini melampaui Provinsi Sulawesi Tengah yang masih berada pada kategori madya.
Penghargaan ini diterima pada UHC Awards 2026 di Jakarta oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una, H. Surya, S.Sos, M.Si, Selasa, 27 Januari 2026.
Dari beberapa sumber diperoleh bahwa, Kategori BPJS Kesehatan yang didanai atau didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) umumnya terbagi menjadi PBI APBD (Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) untuk warga miskin/kurang mampu dan PBPU Pemda (Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemda) yang iurannya ditanggung Pemda.
PBPU & BP Pemda (Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah), Penduduk yang didaftarkan oleh Pemda (Provinsi/Kabupaten/Kota) berdasarkan perjanjian kerja sama, biasanya untuk mempercepat cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC). Iuran PBPU Pemda ditanggung oleh APBD, dengan hak kelas 3.
Perlahan tapi pasti pemerintah daerah dibawah kepemimpinan IIlham Lawidu dan Hj. Surya mewujudkan visi misi pemerintahan daerah yang dituangkan dalam program unggulan, diantaranya meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Catatan dalam rilis Rilis Diskominfo Tojo Una Una yang dinakodai Dg.Mario Pawajoi, SH, MH, bahwa capaian tersebut mencakup seluruh segmen kepesertaan BPJS, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun peserta mandiri, dan menempatkan Kabupaten Tojo Una Una sebagai salah satu dari sekitar 70 kabupaten/kota di Indonesia yang mencapai kategori utama.
Sementara pernyataan yang disampaikan Wakil Bupati Hj. Surya, bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan masyarakat.
“Keaktifan peserta yang tinggi menunjukkan efektivitas penyelenggaraan jaminan kesehatan dan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan program serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan ke depan.” Ucap Wabub
Wabub berharap, apa yang diraih dapat dipertahankan, bahkan kedepan perlu ditingkatkan lagi. (Sam Asiku)