PEMDA TOJO UNA-UNA

Kadis Kesehatan Tojo Una-Una membuka kegiatan  Bimbingan Manasik kesehatan Haji  

×

Kadis Kesehatan Tojo Una-Una membuka kegiatan  Bimbingan Manasik kesehatan Haji  

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID -AMPANA, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una Dra. Jafanet Alfari, M.Ap membuka kegiatan manasik Bimbingan  kesehatan Haji dilaksanakan di hotel Lawaka. Selasa 30/04/2024.

Hadir pada kegiatan itu, kepala kementerian Agama Tojo Una-Una H.M. Syahruddin, S.Ag, MM, tim pendamping kesehatan haji. Diantaranya dr. Istifani Lawenga, Ns H. Wahidin R. Sako dan sejumlah pemateri lainnya pemangku kepentingan layanan  kesehatan haji 2024.

Melalui sambutannya Kadis kesehatan, menjelaskan pentingnya manasik kesehatan, sebagai ikhtiar dalam memperoleh refrensi yang berkaitan dengan kesehatan dalam perjalan ibadah haji.

Ia menyarankan, agar para jemaah haji dalam mempersiapkan obat-obatan yang ringan-ringan saja, seperti vitamin. Meskipun demikian ia menyampaikan pada peserta manasik haji, sedapatnya berkonsultasi dengan tim pendamping kesehatan yang membersamai para jemaah dalam ibadah haji, jika ada keluhan maupun jika terjadi  gangguan kesehatan.

Ia meyakinkan, faktor haji ditentukan izin dan panggilan Allah, maka menyambut keberkahan itu para jemaah menyambut dengan kesyukuran dengan melakukan ikhtiar untuk tetap menjaga kesehatan sebelum pemberangkatan maupun saat menjalani ibadah haji.

“Harapan saya , bagaimana jumlah JamaahHaji yang akan berangkat nantinya  kembali ke tanah air  masih tetap jumlah yang sama Insya Allah” Ucap  Kadis menyemangati.

Terkait dengan pemantau kesehatan para jemah haji, Dr Istifani Lawenga pada manasik kesehatan semalam, menjelaskan, para jemaah akan terus dipantau kesehatannya hingga tiba di tanah air selama 21 hari.” Setelah kembali nanti para jemaah akan dipantau kesehatannya selama 21 hari” Jelas dr. Fani .Senin malam 29/04/2024.

Kepala Kantor kementerian agama Tojo Una-Una pada inti  sambutannya,  mengatakan bahwa manasik haji bertujuan untuk kemandirian individu perserta ibadah haji.

Oleh karena itu manasik Haji ini perlu diikuti dengan baik sebagai pedoman dalam pelaksanaan ibadah haji yang akan dijalani.

Persiapan mental dalam melaksanakan ibadah haji sangat dibutuhkan, “Jangan sampai kita lepas kontrol” himbaunya.

Kondisi dan suasana yang akan ditemui adalah sebuah proses yang harus dijalani dengan penuh kesabaran, mengingat tujuan haji dan keberadaan kita di tanah suci adalah panggilan Allah SWT.Tandas HM Syaharuddin(Sam Asiku)