Kabupaten Banggai

Kadis P2KBP3A Banggai Buka Seminar Kekerasan Seksual pada Anak, Peringati HUT IDI KE 74

615
×

Kadis P2KBP3A Banggai Buka Seminar Kekerasan Seksual pada Anak, Peringati HUT IDI KE 74

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG Banggai, – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-74, IDI Cabang Banggai menggelar seminar bertema “Kekerasan Seksual pada Anak” di SDN Inpres Boyou, Desa Awu, Luwuk Utara. Sabtu 21 Desember 2024.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai, Faisal Karim, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dokter spesialis, kepala sekolah, serta orang tua siswa.

Dalam sambutannya, Faisal Karim menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Ia mengapresiasi penurunan angka kekerasan anak di Kabupaten Banggai dan mendorong langkah nyata untuk memperkuat upaya tersebut.

“Kami melihat tren penurunan kasus kekerasan di Banggai, tetapi ini belum cukup. Orang tua harus lebih aktif melindungi anak-anak di luar lingkungan sekolah, sementara guru memiliki tugas besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Tidak boleh ada lagi kasus diskriminasi, bullying, ataupun penyalahgunaan narkoba di sekolah,” ujar Faisal.

Faisal juga menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2024 tentang Koordinasi dan Pemantauan Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Menurutnya, kebijakan ini menjadi dasar penting dalam upaya bersama untuk melindungi anak-anak di Kabupaten Banggai.

Kegiatan ini juga mendukung komitmen Kabupaten Banggai untuk menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) di tahun mendatang.

Faisal Karim berharap seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran semua pihak dalam melindungi anak-anak.

“Kabupaten Layak Anak bukan hanya target pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi generasi penerus kita,” tutup Faisal Karim.***