Berita

Kadis Parawisata dan Kebudayaan : Moraa adalah budaya yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang

285
×

Kadis Parawisata dan Kebudayaan : Moraa adalah budaya yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID -TOUNA, Minggu 15 Oktober bertempat di desa Pancuma kegiatan syukuran (Mora’a) dipusatkan dilapangan Desa Pancuma Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una.

Penyambutan Tamu avara Moraa di Desa Pancuma

Kegiatan adat yang diselenggarakan adalah, Motela, Moganci, Montompo dan Kayori, kegiatan itu  dihadiri M. Thobahul Aftoni politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Calon Anggota Legislatif DPR-RI pemilu 2024 dalam lawatannya dibeberapa kabupaten di Sulawesi Tengah.

Politisi PPP ini, mengomentari bahwa Pesta Panen Mora’a atau biasa disebut juga dengan istilah padungku.

Padungku adalah ungkapan rasa syukur dan kegembiraan para petani,  atas hasil panen yang diperoleh perpaduan antara budaya dan agama yan patut dilestarikan.

Ia mengambarkan suasana acara panen raya, yang dilaksanakan oleh kades Pancuma beserta para warga, menurutnya adalah  perpaduan yang komplit, ada dimensi olahraga dalam bentuk lomba putar gangsing, dimensi ekonomi, dimensi budaya dan pariwisata dan agama dalam bentuk tarian tradisional yang berisikan ucapan salam dan doa.

“Perpaduan seperti ini harus dijaga dan dilestarikan, karena dari sinilah pondasi persatuan dan kerukunan akan selalu terjaga.”Ujarnya.

Kadis Parawisata dan Kebudayaan Moh. Arsyad, SE, M.Si

Sementara Kadis Parawisata dan Kebudayaan  Moh. Arsyad, SE, M.Si pada media ini mengatakan, intinya pelaksanaan perayaan pesta pasca panen masyarakat,  Mora’a yg diselenggaran oleh lembaga adat desa pancuma bersama pemerintah Desa.

Kegiatan ini di hadiri oleh pemerintah kabupaten dalam hal ini bupati di wakilkan kepada saya, serta beberapa OPD teknis lainnya juga di hadiri oleh KH. Abdullah bin Moh. Amin Lasawedi serta habib Mohammad Alhabsyi dan anggota DPRD touna serta staf ahli DPR RI termasuk camat Tojo dan Tojo barat.

Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata dan kebudayaan kedepan akan lebih memaksimalkan pelaksanaan pesta panen ini.

Sebagai budaya yang harus tetap di jaga dan di lestarikan,  bahkan dapat diwariskan pada generasi mendatang.

Olehnya disparbud Tojo Una-Una memiliki agenda utama untuk dapat menjaga, melestarikan dan mewariskan budaya Tojo Una-Una termasuk budaya pesta panen ini akan memperkuat eksistensi kelembagaan adat.

Sebelumnya pembentukan kelembagaan adat dari desa sampai ke kecamatan, sehingga ke depan kelembagaan adat ini yg lebih berperan.

Untuk selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan budaya, untuk menjaga dan melestarikannya sehingga bisa diwariskan kepada generasi berikut.Tandas Moh. Arsyad (ditulis Sam Asiku)