JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Pers dan Polri adalah dua pilar dari 4 pilar yang menyangga demokrasi di Negeri ini. Kendati demikian kemitraan yang terjalin dengan baik, perlu berjalan dengan harmonis, dan tidak saling mengintervensi antara tugas masing-masing, sehingga harmonisasi penguatan Lembaga akan terwujud dengan baik dan tidak rapuh.
Empat Pekan bertugas di Polres Tojo Una-una AKBP S. Sophyan, SIK, SH hari ini Kamis 11/05/2023 baru dapat mengelar pertemuan silaturahim dengan wartawan. Pertemuan digelar di Aula Polres adalah rangkaian meneruskan hubungan harmonis antara Pers dan Polri dalam bentuk kemitraan.
Menurutnya ujar putra kelahiran Palembang Sumatera Selatan tersebut, tertundanya pertemuan dengan wartawan, bukan disengaja atau mengabaikan kemitraan yang terjalin dengan baik sampai ini ada.
Pers dan Polri, akan tetapi sejak bertugas di Touna, ia harus membenahi internal Polres dan tugas lainnya yang harus dilakukan sebagai pejabat baru.
Minimal kata Kapolres, kemitraan kedua Lembaga ini tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk memberi arah yang lebih baik dalam pelayanan masing-masing Lembaga pada masyarakat.
Moment rama tamah dengan Kapolres dan jajarannya, ada beberapa awak media diberi kesempatan untuk memberi kesempatan pada beberapa jurnalis untuk mengeluarkan unek-unek. Yang pada intinya menurut awak media ada beberapa kasus yang tidak melibatkan wartawan saat penangkapan.
Kapolres menjelaskan, setiap perkara punya rangkaian Panjang sebelum oknum ditersangkakan. Contoh kasus korupsi bisa diekspos setelah P21.
Persoalan berbeda dengan kasus narkoba yang saat ini sedang marak, yang memiliki matarantai yang Panjang dan sulit ditelusuri dan membutuhkan pola penanganan yang apik agar sasaran dibekuk.
Sementara Kasi Humas Polres Touna AKP Triyanto menambahkan, besar kasusnya pemerkosaan belum lama ini, korban dan pelaku serta barang bukti cepat diperoleh maka perkara itu segera dirilis.
Kapolres mengharapkan kerjasama ini terus dipertahankan sebagai dukungan pada kinerja polri dalam hal pemberitaan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dimana pihak kepolisian memiliki birokrasi dalam hal penanganan dan terikat Prosedur OSP untuk menghidari kekeliruan dalam penanganan perkara.
Kapolres juga minta agar pertemuan silaturahim rutin dengan wartawan perlu digelar setiap bulannya,
“Bukan di Polres saja, tetapi dan ditempat lain yang lebih santai”, ujarnya.
Kapolres memberi kesan saat pertama kali di Touna, terkesan sangat aman, terindikasi dari aktifitas masyarakat yang buka toko dan jualan hingga larut malam.
Hal ini perlu dipertahankan, menurutnya indikasi majunya suatu daerah jaminannya ditentukan kondisi wilayah yang aman dan kondusif. Keamanan ini bukan tugas Polri semata, tetapi perlu melibatkan peran stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat yang tetap menjaga wilayahnya agar selalu tentram dan nyaman. (Sam Asiku)


