KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Keberadaan Suku Gorontalo Dimata 2 Petinggi  Kabupaten Tojo Una Una

937
×

Keberadaan Suku Gorontalo Dimata 2 Petinggi  Kabupaten Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

Harmoni dua budaya yang berbeda antara suku Gorontalo dan suku di Kabupaten Tojo Una Una  

Beberapa agenda yang dilangsungkan dalam kunjungan kerja Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH di Provinsi Gorontalo,  sempat hadir mengisi dialog dalam kavasitas sebagai narasumber RRI Gorontalo Pro 4, dalam acara pesona Nusantara.

Empat  Petinggi  Kabupaten Tojo Una Una, adalah bupati  Ilham Lawidu, SH  didampingi Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar Suleman, SE, MM dan dua wakil ketua DPRD Jafar M. Amin, SE dan Rizl Pajili, SE, MAP, hadir distudio  RRI Gorontalo. Selasa Siang 15 Juli 2025

Catatan : H. Sam Asiku

Kabupaten Tojo Una Una adalah  masyarakat yang hetrogen, berbagai suku hidup berdampingan diantara  dua suku yang dominan, Suku Bare’e dan Suku Taa.

Baik didaratan maupun kepulauan terdapat populasi suku seperti Gorontalo, Bugis, Makasar, Bajo, Kaili, Saluan, Mori, Pamona, Sangir, Minahasa, Toraja, Tionghoa dan masih banyak suku lainnya.

Keberadaan Suku  dan tradisinya,  tumbuh  dan berkembang serta beranak pinang di Tojo Una Una, merupakan kekayaan dan warisan khazanah budaya  bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar menjadi perekat keutuhan NKRI.

Keberagaman menjadi keindahan yang menanamkan akar budaya dan nilai tradisi menjadi satu kesatuan bagaikan keindahan  pelangi  yang memukau.

Momentum kunjungan Bupati Tojo Una Una dan rombongan ke Provinsi Gorontalo sedikitnya mengungkap beberapa stateman tentang budaya  Gorontalo,  yang menonjol tidak saja di dataran Hulondalangi, namun mewarnai kehidupan sosial dan juga adat masyarakat Gorontalo  diperantauan. Tak luput kehadiran warga Gorontalo di Tanah Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una Una Sulawesi Tengah.

Keunikan itu tak lepas dari kelihaian management penyiaran RRI Gorontalo melalui narasi pertanyaan pengendali ruang interaksi dalam meramu topik acara, ragam budaya, pertanyaan jitu yang mengali fenomena perbedaan budaya.

Kejelian pemandu percakapan RRI membidik sisi perbedaan, namun justru mengerucut pada terbangun harmonisasi dalam perbedaan multi budaya dan tradisi.

Ragam budaya RRI Pro 4. mampu mengungkap dan mengali lebih dalam dari narasi  percakapan menarik dengan Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, bereng Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar Suleman, SE, MM didampingi dua wakil ketua Jafar M . Amin, SE dan Rizl Panjili, SE, MAP.

Mengulas ragam pesona dua budaya tidak saja dipandang dari  prosfektif adat istiadat dan bahasa,  namun dalam sajian kulinernya yang memiliki khas rasa, hingga ulasan musik daerah yang memiliki karakter dan nilai tersendiri. Dalam ruang kolaborasi budaya Gorontalo dan Tojo Una Una.

Topik spesial dengan 4 narasumber sebagai tamu istimewa dihadirkan mengisi cakrawa pendengar di Nusantara.

Nah seperti apa budaya Gorontalo dimata 2 petinggi Tojo Una Una sebagai narasumber yang dihadirkan dalam ruang dengar pemirsa Nuasantara, yang diawali dengan sapaan “Wolo Habari” dilatari lagu Hulandhalo Lipu’u

Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu SH,

Ilham Lawidu, SH, memaknai suku Gorontalo di Tojo Una Una sangat baik,  menurutnya populasinya suku Gorontalo di kabupaten Tojo Una Una mencapai tigapuluan  persen. “sebagai pemerintah, masyarakat adat Gorontalo ada dihati kami populasinya mencapai 30 persen lebih dari jumlah penduduk yang ada” Respon bupati menjawab pertanyaan kepadanya.

Ia menjelaskan, adat Gorontalo sangat menonjol dan menjamur, tidak saja pada warga Gorontalo namun kepada suku yang lain, nampak dan dominan dalam helatan acara pernikahan.

Kolaborasi dua budaya, di Tojo Una Una, suku dan adat budaya suku Gorontalo sangat diterima, dimana porsi itu tidak saja dalam keseharian,  namun dalam ruang politik nampak  beberapa politisi mengisi kursi dewan. “Bapak Gusnar Suleman selain ketua KKIG juga adalah ketua DPRD,salah satunya diantara  beberapa profil politikus memiliki keterkaitan dengan suku Gorontalo dari perkawinan antar suku.

Apa saja budaya dan ritual adat yang dijalani?

Dalam keluarga kami, istri saya beradal dari rumpun keluarga Gorontalo, dimana kegiatan yang menonjol saat gelar penikahan yang tak lepas dari adat Gorontalo. Ungkap Ilham Lawidu.

Pandangan Ketua DPRD Tojo Una Una Gusnar Suleman, SE, MM

Nah bagaimana jawaban Ketua DPRD Gusnar Suleman, tokoh yang terlahir dari pasangan Suku Gorontalo, bahkan lahir diperantauan.

Menurutnya, asal-usul budaya Gorontalo di Tojo Una Una merupakan turunan warisan leluhur, hanya beda tipis dengan suku-suku lain yang ada di Tojo Una Una.Ujarnya diplomatis tokoh politik itu.

Penerapan adat dan budaya kalau dikorelasikan, tidak berbeda dengan suku lainnya sehingga  adat dan budaya Gorontalo diterima secara Kafa di Kabupaten Tojo Una Una. Ujarnya.

Terhadap pernyataan bupati, ia mengatakan sangat relevan jika melihat jika memaknai adat istiadat dalam interaksi sosial   antar masyarakat dalam perbedaan latar belakang suku yang berbeda, namun terjadi harmonisasi. “Saya melihat, hampir memiliki kesamaan, terutama  dalam budaya  budaya kegotongroyongan dan kekeluargaan saling membantu dalam berbagai hal seperti pesta suka maupun duka. “beda-beda tipis dengan suku yang ada, terlepas dari nilai prinsip yang dimiliki masing-masing suku .

Ditandaskan Gusnar Suleman “saya kira hampir sama, tetapi dalam hal penerapan nilai-nilai prinsip itu agak berbeda-beda, akan  tetapi identik dengan persoalan keseharian, kami yakin dan percaya bahwa budaya apapun suku apapun tetap mengepankan budaya dan  adat istiadat serta  tatakrama yang baik, menerapkan jadi diri bangsa Indonesia yang beradab”Tutupnya (samas)