KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Kemenag Tojo Una-una Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

367
×

Kemenag Tojo Una-una Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini

HM Saharudin: Kami akan lakukan Melalui Program Religius dan Pendidikan

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag., MM menegaskan komitmen penuh Kemenag dalam mendukung upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Hal ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat P4GN yang digelar di Aula Kantor BTNKT Ampana, Rabu 20 Agustus 2025.

Dalam pemaparannya, Syahruddin menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan tantangan serius yang mengancam moral, kesehatan, dan masa depan generasi muda. Karena itu, Kemenag hadir dengan pendekatan religius sebagai benteng utama melawan narkoba.

“Agama adalah fondasi moral masyarakat. Dengan memperkuat nilai iman, akhlak, dan moderasi beragama, kita bisa melindungi generasi dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Kemenag Tojo Una Una memparakan program Strategis Kemenag Tojo Una-una dalam P4GN;

Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 dan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.06 Tahun 2021, Kemenag Tojo Una-una merumuskan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Madrasah Bersinar (Bersih Narkoba) untuk membentuk pelajar berkarakter, sehat, dan berprestasi.
  • Pesantren Bersih Narkoba sebagai garda dakwah anti-narkoba.
  • Penyuluh Agama lintas agama diberdayakan sebagai agen penyebar pesan religius anti-narkoba.
  • Keluarga Sakinah Tanpa Narkoba melalui bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah di KUA.
  • ASN Kemenag sebagai Teladan Religius dengan komitmen zero tolerance terhadap narkoba.

HM Syahrudin   menyatakan dukungan terhadap Visi Pemerintah Daerah Kab. Tojo Una-una, ia menyebut bahwa seluruh program ini mendukung visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-una, yaitu mewujudkan masyarakat religius, maju, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Generasi religius adalah generasi produktif, sehat, dan berdaya saing. Religiusitas akan menjaga keberlangsungan pembangunan dari kerusakan akibat narkoba,” tambahnya.

Pada penyataan akhir  HM Syahrudin   mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi melawan bahaya narkoba.

“Bahaya narkoba adalah musuh bersama. Mari jadikan agama sebagai benteng moral, madrasah dan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter, serta keluarga sebagai benteng utama melawan narkoba,” ujarnya.(Sam Asiku)