JURNALPOLRISULTENG.ID -AMPANA, Kepala BNNK Tojo Una Una AKBP Djohansah Rahman, S.Pd, menggelar konfrensi Pers diakhir tahun 2024, yang dihadiri sejumlah wartawan, Senin, 30 Desember 2024.

Langkah strategi BNNK Tojo Una Una pada tahun 2024, terus melakukan upaya pencegahan pemberantasan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) diberbagai bidang, sesuai tagline yang digaungkan, “Indonesia Drugs Free “
Dimana BNNK Tojo Una Una konsisten mengusung empat strategi yakni, Soft Power Aprroach, Hard Power Aprroach, Smart Power Aprroach dan Cooperation.
Soft Power Aprroach, strategi meliputi tugas dan fungsi pada bidang pencegahan dan pemerdayaan masyarakat (P2M) dan bidang rehabilitasi.
Hard Power Aprroach, Strategi meliputi tugas da fungsi pada bidang pemberantasan, sedang Smart Power Aprroach BNNK Tojo Una-Una memanfaatkan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas.
Smart Power Aprroach, strategi BNNK Tojo Una Una memanfaatkan tegnologi informasi dalam pelaksanaan tugas.
Coperation, adalah stretgi cooperation, BNKK Tojo Una-Una terus menjalankan kerja sama dengan instansi pemerintah, Pendidikan dan komponen masyarakat.
Pada konfrensi Pers tersebut, ketua Tim rehabilitasi Hj. Annisa, S. Far, Apt, memaparkan terkait dengan bidang tugas rehabilitasi, sebagai berikut,
Upaya rehabilitasi didesa bersinar dilakukan dengan intervensi berbasis masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada 5 agen pemulihan desa labuan (IBM sakura) dan 5 orang agen pemulihan kelurahan Dondo barat (IBM Ketapang) untuk menangani kecanduan narkoba di tingkat ringan dan coba-coba, dan telah menangani klien IBM sebanyak 10 orang (5 klien IBM Ketapang dan 5 orang klien IBM Sakura).

Tahun 2024 ini tercatat sebanyak 30 pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang telah mengakses layanan rehabilitasi di klinik Musampesuvu Pura BNNK Touna.
Fasilitas layanan rehabilitasi milik BNN adalah satu-satunya di Indonesia yang memberikan layanan komprehensif, mulai dari layanan rehabilitasi dengan pendekatan medis, sosial, dan pascarehabilitasi dalam satu atap.
Sebagai komitmen jaminan mutu dan kualitas seluruh Lembaga rehabilitasi BNNK Tojo Una Una, telah memenuhi kriteria SNI 8807:2019, dan klinik Musampesuvu Pura telah terakreditasi paripurna oleh Kemenkes.
Keberhasilan program rehabilitasi membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, selain mengembangkan fasilitas rehabilitasi di balai dan lokal rehabilitasi, BNN juga membentuk unit rehabilitasi dari kelompok masyarakat yang disebut intervensi berbasis masyarakat (IBM).
IBM merupakan upaya intervensi berkelanjutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat.
Untuk memenuhi kekurangan kemampuan lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan masyarakat dengan kebutuhan layanan rehabilitasi, BNN pengembangkan program yang disebut intervensi berbasis masyarakat (IBM), dimana ibm dimaksudkan untuk melakukan layanan rehabilitasi yang bersifat ringan di masyarakat maupun intervensi berkelanjutan.
Program rehabilitasi yang dilakukan BNN tidak berhenti pada rehabilitasi medis dan sosial saja. Usai menjalankan program rehabilitasi, BNN juga menyediakan layanan pendampingan dan pemulihan (pascarehabilitasi) kepada mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang telah diberikan kepada 25 orang (15 klien rawat jalan dan 10 orang klien IBM).
Hingga akhir tahun 2024 BNNK Tojo Una-Una sudah melakukan pelayanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) di klinik Musampesuvu Pura BNNK Touna sebanyak 804 orang.(Sam Asiku)