Kabupaten Bangkep

Ketua KPU Banggai Kepulauan, Memantau Langsung Rapat Pleno Penghitungan Suara di Kecamatan Liang

923
×

Ketua KPU Banggai Kepulauan, Memantau Langsung Rapat Pleno Penghitungan Suara di Kecamatan Liang

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, LIANG – Ketua KPU Banggai Kepulauan Supriatmo Lumuan. S.Sos.MSi bersama 2 staf KPU melaksanakan Pemantauan Rapat Pleno penghitungan suara Kecamatan Liang, yang berlangsung di Kantor BPU Kecamatan Liang, Banggai Kepulauan. Jumat 29 November 2024.

Ketua KPU Banggai Kepulauan, Memantau Langsung Rapat Pleno Penghitungan Suara di Kecamatan Liang. (Foto VR)

Kepada Media Jurnal Polri Sulteng Biro Bangkep, Supriatmo Lumuan. S.Sos.MSi, mengatakan bahwa kami merasa bersyukur karena Pilkada kali ini bisa berjalan dengan baik damai dan Lancar.

Lebih lanjut Ketua KPU  Bangkep mengatakan bahwa  bahwa apapun hasil dari rapat Pleno di kecamatan jarang yang berubah sesuai Rapat pleno desa.

Media Jurnal Polri menanyakan apakah ada kemungkinan terjadinya Pengelembungan suara atau pengurangan suara dari Desa Ke kecamatan serta di Rapat Pleno, Ketua KPU Banggai Kepulauan mengatakan bahwa untuk Pengelembungan suara ataupun pengurangan suara peluang dan kesempatannya kecil dan tidak akan terjadi.

Lebih lanjut Supriatmo Lumuan mengatakan bahwa pertama Jaman sekarang jaman Digitalisasi berbeda denga 5-10 tahun lalu, jaman di mana semua orang memiliki HP Kamera, sehingga apapun pergerakan yang terjadi di desa sampai ke Pleno kecamatan itu selalu di pantau oleh Kapolsek bersama jajarannya, Danramil bersama jajarannya,,Panwascam kecamatan bersama PKD,Hansip, masyarakat dan pemantau pemilu/Jurnalis.

Jadi untuk pengelembungan ataupun pengurangan suara kecil kemungkinan terjadi, karena semua di pantau langsung, di jaga oleh TNI Polri, jadi jika ada seseorang yang mau menggelembungkan dengan mengganti kartu pemilihan dan mengisi dengan kartu yang telah di tusuk dukungannya, maka mereka harus mengganti semua data yang ada kepada semua orang agar sama dengan yang sudah mereka ganti, karena kalau hanya mereka otomatis tidak sesuai dengan data yang ada sama anggota TNI, POLRI, Panwascam, Masyarakat yang Ikut mengambil gambar C1 saat di perhitungan suara di TPS.

Selanjutnya saat di tanyakan mengenai banyaknya Non partisipasi (GOLPUT) pada Pilkada kali ini di Bangkep, Ketua KPU Bangkep Supriatmo Lumuan. S. Sos. MSi mengatakan bahwa jumlah Golput kali ini sebanyak 20.079 dan suara tidak SAH 1724 jadi secara keseluruhan berjumlah 71.000 pemilih.

Diantara pemilih yang Golput yaitu mereka yang Sekolah serta Kuliah di Luar Kota, untuk yang sekolah dan Kuliah di dekat seperti di Luwuk kemungkinan bisa pulang memilih, tetapi yang berada di Palu, Makasar dan Jawa mereka tidak datang memilih.

Selain yang sekolah dan mahasiswa juga mereka yang sedang bekerja di luar kota dan tidak memiliki Ijin untuk kembali ke Bangkep untuk Memilih, yang bekerja di PT IMIP, Morowali, di PT. GNI Morut, sekitar 500 masyarakat Bulagi dan Bangkep yang bekerja disana.

Selanjutnya mereka yang tidak memiliki KTP, sehingga menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti Pilkada saat ini, sehingga sebanyak 20079 pemilih tergolong Golput.

Ketika di tanyakan apakah dengan Banyaknya suara Golput dan suara rusak akan mempengaruhi di batalkannya hasil Pilkada, Supriatmo Lumuan menjawab, ‘Apapun yang terjadi dengan suara Golput tidak akan mempengaruhi atau membatalkan hasil suara terbanyak dan membatalkan pilkada 2024 ini. kejadian serupa pernah terjadi juga di daerah Parigi yang jumlah pemilihnya sekitar 158 ribuan dan yang ikut berpartisipasi hanya sebanyak 30.000 ribuan orang, dan itu tidak akan mengganggu atau membatalkan hasil pilkada tersebut.

Akhirnya Ketua KPU Bawaslu Supriatmo Lumuan. S. Sos. MSi mengatakan, tidak ada lagi urusan Klaim mengklaim karena apapun data yang berada dari TPS ke Pleno Kecamatan di bawah Ke Pleno Kabupaten itu angkanya tidak akan berubah, tetap sama. Dan di Pleno Kecamatan itu hanya menyamakan dan pencocokan di kecamatan, sama halnya dengan di kabupaten hanya mencocokan data dari desa, kecamatan dan Kabupaten karena angka angkanya tetap dan jarang sekali yang berubah, tutup Ketua KPU Bangkep.

 

VR. JP. Bangkep