JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Kerja sama Pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una dengan Bank Pembangunan Daerah Sulteng (BPD) Sulteng, mengelar Bimbingan Teknis Sistem Keuangan Desa (Siskeudes-Link) yang diikuti perangkat desa selama dua hari yang digelar di auditorium Bupati, mulai Kamis 24 Oktober 2024.

Kegiatan itu menghadirkan narasumber Tim Teknis SISKEUDES LINK, Perwakilan Kemendagri Saiyek Ahmad dan Windy Veronica, Pemimpin divisi IT Bank Sulteng Muh. Bundung serta pimpinan Cabang Bank Sulteng Fita Lustiani.
Bupati Mohammad Lahay, SE, MM pada sambutan tertulisnya yang disampaikan PJ Sekdakab Tojo Una-Una DR. Alimudin Mohamad, SE, M.Si mengharapkan kepada seluruh peserta, agar serius mengikuti Bimtek yang sangat bermanfaat, dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang lebih akuntabel, transparan, dan profesional.
Untuk itu ucap Bupati, Pemda Tojo Una-Una menyambut baik dan mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Bank Sulteng Cabang Ampana atas terselenggaranya kegiatan bimtek tersebut.
Bintek yang digelar, merupakan langkah yang sangat penting, seiring dengan perkembangan kebijakan otonomi daerah dan pemberdayaan desa, yang memiliki peran yang semakin strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Alokasi dana desa yang semakin besar setiap tahunnya, menuntut pengelolaan secara efektif dan efisien.
“Pengelolaan yang baik tidak hanya sekadar memenuhi aturan, tetapi juga bertujuan untuk memastikan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa.” Ujar Bupati
Oleh Karena Itu, Siskeudes yang telah dikembangkan oleh BPKP dan Kementerian Dalam Negeri, adalah upaya untuk membantu desa dalam mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan secara sistematis dan transparan.
Dengan adanya siskeudes-link, sistem ini semakin terintegrasi dengan berbagai aplikasi pelaporan pemerintah, sehingga memudahkan desa dalam menyampaikan laporan secara real-time dan akurat.
Disisi lain ujar bupati, bimbingan teknis ini adalah salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kepala desa dan perangkat desa dalam mengelola dana secara profesional yang selalu mengacu pada peraturan yang berlaku.
Bupati mengharapkan kepada peserta, agar mengikuti Bimtek dengan serius dalam memanfaatkan kesempatan, memperdalam pemahaman tentang siskeudes-link.
“Setiap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari tempat ini, akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan keuangan desa.” Ucap PJ Sekda mengutip sambutan bupati.
Aplikasi siskeudes, akan mengurai setiap anggaran dan kegiatan di desa dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. “Ini penting agar masyarakat merasa dilibatkan dan percaya pada pemerintah desa.” Ujar Bupati.
Bupati minta dan mengajak seluruh kepala desa dan perangkatnya dapat berkolaborasi secara aktif, baik dengan pemerintah daerah maupun lembaga pengawas, agar pengelolaan keuangan desa bisa berjalan dengan efektif dan bebas dari penyalahgunaan.
Dipenghujung sambutannya bupati mengingatkan, bahwa pengelolaan dana desa yang baik adalah pondasi penting untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. “jadikan setiap rupiah yang dikelola desa sebagai investasi bagi pembangunan masyarakat dan peningkatan layanan publik di desa.”Tandas Bupati.

PJ Sekda Alimudin Mohamad, dalam kavasitas sebagai kepala dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (PMD) pada arahannya kepada kepada desa, menekankan penting Bimtek Siskeudes dalam penerapan pengelolalan dana desa.
Hal ini ditekankan Alimudin, untuk mengingatkan kepada aparat desa terkait dengan beberapa oknum kades yang terindikasi salah memanfatkan dana desa, bahkan sudah berurusan dengan penegak hukum.
Ia mengingatkan, proses keuangan desa akan sangat berpengaruh pada proses pelaksanaan anggaran daerah.
Sebagai kadis PMD ia minta kepada peserta bintek serius mempelajari tentang proses pelaksanaan Siskeudes-Link.
”Apabila gagal kita akan menerima nilai negative terhadap proses penyelenggaraan keuangan daerah.” Tekan Alimudin.
Ia mengingatkan dengan keras, bahwa seluruh kegiatan pemanfaatan keuangan desa dalam pengawasan dan memiliki resiko bagi penyalagunaannya.
Ia mengungkap informasi yang dikantonginya, sudah banyak oknum kepala desa yang keluar dari jalur ketentuan pengunaan dana desa.
“saya menerima bocoran ada beberapa desa yang sudah mengunakan dana desa sudah lebih 2 miliyar.” Ungkapnya.
Dibagian lain arahannya Alimudin mengatakan, meskipun baru 30 persen yang dapat memanfaatkan jaringan karena kondisi kewilayahan.
“Jangan menyerah, dengan keterbatasan itu, jadikanlah tantangan dalam memenuhi kewajiban dan tanggungjawab ,sedapat mungkin dapat memanfaatkan Siskeudes-Link. “seru Alimudin menyemangati.

Pada kesempatan itu, Pj Sekda mengatakan, Pemda akan memberi reword terhadap desa yang berhasil, bahkan dengan penerapan Siskeudes Link, pihak BPD Sulteng akan mengucurkan anggaran sebesar 139 Juta, kepada desa yang dinilai berhasil dalam pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, akuntabel serta transparan.” Kami akan menunjuk dua desa sebagai sampling. Tandas PJ Sekda.(Sam Asiku)