Kelurahan Dondo Barat adalah pemekaran kelurahan Dondo kecamatan Ratolindo kabupaten Tojo Una-Una. Ditanah berukuran sekitar 20 x 20 meter didirikan Kantor lurah Dondo Barat, dengan luas tanah yang sangat terbatas, dimaksimalkan untuk memberi pelayanan pemerintahan dan sosial kemasyarakatan yang digagas Hadijah, Sos yang disapa kerabatnya dengan panggilan Ija.
Gagasan yang diaktualkan pada tahap implementasi perlu diberi apresiasi atas dedikasi pada jabatan lurah yang diembannya sejak 1 Oktober 2019, dilatari oleh kehandalan kepemimpinan Hadijah, S.Sos lurah wanita yang inovatif memiliki kepedulian pada lingkungan, dan masyarakatnya. Sebelumnya menitih karir sebagai Kasubag perencanaan Kesekretarian Pemda Tojo Una-Una dan kasubag perencanaan Pada dinas Kominfo Pemda Tojo Una-Una.

Kantor Lurah Dondo Kec. Ratolindo Kab. Tojo Una-Una
Catatan : Sam Asiku
Beberapa tahun silam, tempat yang dijadikan Kantor Lurah Dondo Barat adalah eks bangunan Koperasi Kampung Dondo, bahkan ditempat ini pernah berdiri stasiun radio amatir El Badro, dihalaman depan ada lapangan bulu tangkis untuk aktifitas yang hobby badminton.
Seiring dengan pemekaran kelurahan Dondo, maka dibangunlah Kantor Lurah Dondo Barat ditempat itu, dari hari kehari terlihat pembenahan tata bangunan yang minimalis, sesuai kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
Halaman kantor yang tidak seberapa luas disulap menjadi tempat aktifitas pertemuan dan kegiatan masyarakat seperti Pos Yandu dan berbagai gelar kegiatan lainnya.
Konsep cerdas Ijah, Kantor Lurah menjadi destinasi kaula muda baik, pelajar dan mahasiwa, melalui gagasan menyiapkan fasilitas internet (WiFi) dan perangkat computer serta kertas untuk sebagai layanan membantu siswa dan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah maupun tugas kemahasiswaan.

Diwaktu malam, depan kekantor Lurah berada disimpang empat jalan Nangka, ada aktifias penjual makanan gerobak.“Mereka sudah tahu dan merasa memiliki, sehingga selalu menjaga kebersihan setelah beraktifitas didepan kantor.” Kata Hadijah meyakinkan.
Disoal tentang itu, “Berangkat dari konsep kerja pemerintah adalah tugas melayani, kita tidak hanya fokus pada urusan pemerintahan, namun peka pada kepentingan masyarakat, terutama siswa dan mahasiwa yang perlu disediakan layanan dalam bentuk sarana meringankan biaya internet, kertas dan perangkat lunak kami sediakan gratis.” Jelas Lurah

Ia mengisahkan mengawali tugasnya dikampung kelahirannya, terutama soal kebersihan lingkungan, menurutnya agak sulit. Namun ia dan teman-teman kantor memulai secara perlahan. Sehingga para ketua RT,RW, dan kepala lingkungan menjadi pengisiasi kerja bakti, dan saat ini masyarakat dengan suka rela turun lapangan.
Pemantauan media ini lurah , selalu berada diantaranya masyarakatnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih indah dan rapih.
Tidaklah mudah mengerakan masyarakat untuk kerja bakti seperti dizaman dulu, namun kemampuan memimpin lurah Dondo Barat perlu diancungi jempol.
Sebagai lurah memahami karakter masyarakat Dondo, sebelum dimekarkan Dondo Barat dikenal sebagai masyarakat yang suka gotong royong dan religius.
Sejak dilantik 1 Oktober 2019 jadi lurah dikampung sendiri awalnya sangat sulit, namun dijadikan motivasi sekaligus jadi tantangan untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan kampung kelahirannya.
Sebagai pimpinan saya harus memulai mengajak teman-teman dikantor untuk memulai dari sisi pendekatan kepada masyarakat. “Kami berbuat dan alhamdulilah masyarakat mulai mengikuti secara perlahan. “Terangnya.
“Saya harus kembali kepada diri saya untuk memulai, mengawali dengan pemahaman bahwa pemerintah itu adalah pelayan berbagai aspek urusan pemerintah dan sosial pada kemasyarakatan.” Ujarnya.
Sebagai lurah saya memiliki potensi yang terstruktur yang terdiri 14 ketua RT, 2 ketua RW dan 3 ketua lingkungan serta LPM sebagai mitra pemerintah kelurahan.
Skema itu saya manfaatkan untuk menggerakan sistim jaringan untuk meneruskan pesan pemerintah, dimana kami sebagai lurah dan kepala desa, merupakan struktur terbawah yang menjadi ujung tombak pemerintah daerah. Jelasnya.
Sehingga setiap minggu ada aksi kebersihan lingkungan dan berbagai kegiatan yang tersampaikan kemasyarakat, sehingga proaktif menyambut layanan pemerintah daerah melalui program lintas dinas terkait.
Gerak dan aksi tanpa paksaan akan tetapi lahir dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk proaktif sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah kelurahan.

Ia mencontohkan, masyarakat dengan suka rela tanpa tekanan ikut bersama melakukan pembersihan lingkungan, selokan, karena sadar pentingnya upaya itu berkaitan dengan aspek kesehatan dan keindahan, dimana kebersihan adalah bagian dari ibadah sehingga dikatakan berkah.
Saat ini bukan kami lagi yang melakukan himbauan,namun masyarakat yang saling mengingatkan untuk kebersihan lingkungan masing-masing.
Dengan bersih lingkungan dan drainage dalam upaya gotong royong, kelurahan tidak perlu dihantui dengan luapan air selokan (banjir) bebas dari jentik nyamuk serta serta terjadinya penumpukan sampah dalam got yg akan menyebabkan tersumbatnya saluran air.
Sebelum mengakhiri pertemuan, ia menitipkan satu informasi program pemerintah Kelurahan Dondo Barat yang lagi digencarkan, terkait Ketahanan Pangan kelurahan kelurahan Dondo Barat. “kita lagi giatkan Penanaman tanaman hortikultura, bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memenuhi gizi para ibu yg lagi hamil dan anak, agar bisa makan makanan bergizi dari sayur-sayuran yang masih segar.
“Ini gratis untuk seluruh masyarakat Kelurahan Dondo Barat, agar masyarakat kita sehat dan jauh dari stunting.” Tandas Lurah diakhir percakapan (Ditulis Sam Asiku)