KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Kunjungan balasan KKIG membawa berkah, menyisahkan dinamika untuk memperkokoh jiwa berorganisasi, esensi penguat vitalitas yang  tak harus ditepis

354
×

Kunjungan balasan KKIG membawa berkah, menyisahkan dinamika untuk memperkokoh jiwa berorganisasi, esensi penguat vitalitas yang  tak harus ditepis

Sebarkan artikel ini

Seiring seperjalan tebar kebersamaan antara pemimpin dan masyarakatnya

Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) adalah rumah berkumpul masyarakat Gorontalo dirantau. Dipastikan tak selamanya berjalan mulus sesuai ekspektasi, namun bisa saja terjadi kemelut dalam internal maupun eksternal organisasi. Apapun bentuknya perlu dipandang sebagai bumbu penyedap yang  menjelaskan sejatinya rasa itu ternyata sedap,  rasa damai dalam bernegara dan berbangsa.

Catatan : H. Sam Asiku

Lawatan sejumlah Pengurus KKIG Tojo Una Una, Organisasi kemasyarakatan yang diketuai oleh  Gusnar Suleman, SE, MM, yang juga ketua DPRD Tojo Una Una,  adalah sebuah momentum untuk membalas kehadiran DPP KKIG Gorontalo beberapa waktu yang lalu dalam rangka memeriahkan peringatan Hut Patriotik 1942.

Foto Istimewa

Catatan sejarah, Nani Wartabone,  tokoh pejuang Gorontalo melakukan perlawan gigih pada penjajah dan memimpin rakyat pada penupasan permesta pada tahun 1958.

Sebelumnya dengah gagah bergeliriah, memimpin satuannya dan berhasil mengibarkan  bender Merah Putih pada tahun 1942, tepatnya di kelurahan Ipilo kota selatan.

Pada tempat yang bersejarah itu kini berdiri Kantor Pos dan Giro Kota Gorontalo tak jauh dari rumah jabatan Walikota dan Q Hotel. Bahkan patung Nani Wartabone mega berdiri kokoh dipelataran Lapangan Taruna Remaja depan Bioskop Ideal terkenal tempoe doeloe diKota Gorontalo.

Nani Wartabone adalah seorang pahlawan nasional dari Gorontalo yang dikenal karena perannya dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942, tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Hari Patriotik 23 Januari 1942. 

Kunjungan KKIG Tojo Una Una, bukan hal yang merisaukan jika berbuah tudingan miring, bahwa dana yang digunakan lebih bermanfaat jika digunakan untuk hal yang lebih penting dan krusial una  pelayan masyarakat Gorontalo.

Kritikan itu sontak mendapat respon balik, pro dan kontra, kontrovesi itu menghangatkan dunia maya.

Diantaranya, ada yang menulis dana yang digunakan  dari peserta kunjungan termasuk anggota KKIG keGorontalo lebih bermanfaat dibelikan Ambulance.

Diketahui dalam rombongan yang  mencapai seratusan, juga ada Skil lengkap formasi  kesebelasan Bola Kaki Tojo Una Una, untuk melakukan pertandingan eksebisi, dengan kesebelasan yang ada di Provinsi Gorontalo.”keluar kadang untuk melakukan uji tanding sangat penting untuk menjajal kemampuan sebuah kesebelasan Tojo Una Una, memperkokoh Tim dilapangan hijau yang memiliki banyak tantangan kedepan” Itu ungkapan segar menguatkan.

Menilik Kunjungan kerja bupati Ilham Lawidu, SH dan ketua DPRD Gusnar Suleman, SE, MM ke Provinsi Gorontalo perlu kajian bijak, bahwa  Kapasitas bupati adalah ketua PSSI dan Ketua Dekab Tojo Una Una adalah ketua KKIG Kabupaten Tojo Una Una. Dua jabatan ketua Dekab dan Bupati, identik sebagai pemangku  kebijakan.

Namun jabatan yang melekat pada satu pigur, justru menjadi peluang yang  menguatkan lawatan KKIG ke Prvinsi Gorontalo.

Bahwa kunjungan itu bukan semata untuk KKIG, tetapi membawa namabaik  daerah yang bersambut potitif di Serambi Medinah julukan Provinsi Gorontalo.

Sehingga dampak  kehadiran bupati dan ketua DPRD serta pejabat lainnya, merupakan dukungan sepenuhnya  bagi masyarakatnya,  disisi lain pula disinyalir melakukan kebijakan dengan penggunaan dana APBD, meskipun tudingan samar dan dianggap menyasar salah.

Sejogyanya, kehadiran Ilham Lawidu dan Gusnar Suleman perlu dipandang dari sisi positif, manakala kunker kedua pejabat itu bersamaan dengan kunjungan KKIG. Dua kepentingan yang berbeda namun memanfaat moment yang tepat.

Adalah suatu kebanggaan masyarakat Tojo Una Una dalam mengusung organisasi kemasyarakatan kehadiran mereka ditanah leluhurnya, disertai dua pejabat penting dan pejabat lainnya dari Kabupaten Tojo Una Una, dimana tanah rantau yang telah memberi mereka ruang dan dukungan pemda setempat, bersambut meriah dan hangat To  Lipu Lo Hulondalangi.

Namun pula bukan hal yang naif jika ada tudingan dan kritikan terlontar, sah-sah saja  yang diarahkan pada kebijakan yang elok itu, meskipun dalam bayang bayang dugaan yang disamarkan.

Hikmah yang terkandung setelah mencermati status miring di medsos, seharusnya dipadang sebagai  bumbu penyedap dan menjadi daya dorong bagi pengurus KKIG Tojo Una Una, bagaimana meningkatkan peran ditengah masyarakat, berkontibusi diberbagai aspek, terutama kreatifitas produksi memperkuat basis ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan.

Kritikan dimedsos bukan sesuatu yang harus membuat tensi darah naik, namun itu adalah vitamin penambah power meningkatkan vitalitas organisasi, agar kedepan tampil prima menjelaskan jati diri, bagaimana KKIG bukan hanya sebuah paguyuban semata, tetapi memiliki peran dan arti penting sebagai organisasi kemasyarakatan, salah satu elemen yang  minimal dapat memberi spirit bagi pembangun didaerah perantauan mereka, yakni  Negeri Sivia Patuju Tojo Una Una.

Harapan besar KKIG adalah Organisasi yang tak hanya menjadi wahana dan rumah besar bernaung salah satu etnis, akan tetapi hadir sebagai rumah singgah yang teduh dan damai, siapapun bisa mampir bahkan menjadi anggota yang luar biasa pada kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo Tojo Una Una.

Sinyalemen dukungan bupati nampak dalam statemennya pada RRI, bahwa warga Gorontalo ada dihati dengan populasi sekitar tigapuluan, tak layak disalah artikan.

Diplomasi seorang politikus kawakan partai Golkar, orang nomor satu di Tojo Una Una perlu dipadang bijak,mampu memanfaatkan momen dan timing yang tepat dalam penguatan helatan acara maupun  kegiatan kunjungan itu.

Karena apapun alasannya, bupati bukan hanya milik satu suku saja , namun pengayom dan pembina semua organisasi yang ada didaerahnya.

Diprovinsi Gorontalo dalam kunjungan kerja untuk beberapa penjajakan kerja sama dan agenda penting lainnya, bertepatan dengan kegiatan KKIG, adalah tindakan arif dalam bentuk dukungan kepada masyarakatnya.

Sekaligus sebagai penguatan dan dorongan yang kuat bagi masyarakat Gorontalo ikut terlibat dan berpartisipasi  mendorong perkembangan daerah melalui kontrubisi dibidang masing-masing.

Hakekatnya bupati adalah pimpinan yang selalu memadang masyarakat menjadi  tanggung jawabnya sebagai pimpinan daerah, tanpa ada sekat membatasi interaktif antara budaya dan tradisi didaerahnya.

Perlu disadari, keragaman budaya dan tradisi  adalah kekayaan negara, simpul  yang tak bisa disentuh dan dinodai oleh siapapun yang ingin memecah bela NKRI.

Hari ini Sekretaris KKIG Tojo Una Una Saipul Hulungo memberi tanggapan dan penyataannya terjait tudingan di media Sosial, pada intinya menjelaskan, bahwa  kunjungan ke Gorontalo  adalah kunjungan balasan yang mengunakan dana pribadi anggota KKIG maupun beberapa masyarakat yang ikut dalam lawatan itu.

Ia menegaskan kritikan perlu disambut positif untuk memicu semangat kesetiakawanan keluarga besar KKIG di Kabupaten Tojo Una Una.

Pengingat agar selalu berhati besar jika ingin maju, bergandengan tangan bersama etnis dan suku lain sebagai bentuk loyalitas bernegara dan berbangsa. Urgen, evaluasi kinerja harus terus ditingkatkan kedepan.

Perjalanan  KKIG Ke Gorontalo adalah catatan penting, yang merupakan langkah awal yang perlu ditindak lanjut dengan program unggulan lain, tidak saja dalam internal organisasi namun ekternal orgnisasi.

Makna kunjungan terpadu antara KKIG dan Pemda dalam momen yang sama, adalah keberkahan, adanya sambutan hangat pemerintah Daerah Gorontalo, bahkan beberapa momen penting kunjungan itu, disiarkan langsung oleh RRI Pro 4 dan Pro 1.

Satu kebangaan Kabupaten Tojo Una Una dapat mewarnai khazanah budaya Nuasantara  yang dikemas management acara RRI Gorontalo dalam Ragam budaya. “Harmoni diantara budaya berbeda”disaksikan permirsa RRI senusantara.

Satu pengingat penting, kunjungan silaturahim dalam memperkokoh nilai persaudaraan warga Gorontalo, baik yang ada didaerah asal maupun mereka yang datang dari tanah perantauannya.

Kedatangan adalah kepatutan dalam memberi penghormatan pada tanah leluhur  dengan melakukan ziarah,  sebagai pertanda tak lupa akan kampung halaman, meskipun kedatangan hanya sesaat. Namun mengisi renungan panjang dan dalam ketika berarah pulang,  ada bekal yang dibawah dalam bentuk pengalaman dan ilmu pengetahuan dipetik pada setiap momen kegiatan.

Kelak menjadi sumbangsi bagi  Kabupaten Tojo Una Una yang hari ini butuh dukungan semua pihak dalam kepemimpinan Bupati Dan Wakil Bipati Ilham Lawidu, SH dan Hj. Surya Laparigi, S.Sos, M.Si(samas)