Kabupaten Banggai

Mahmud Matangara: Wartawan Bukan Buzzer, Harus Tetap Independen

×

Mahmud Matangara: Wartawan Bukan Buzzer, Harus Tetap Independen

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK – Sebanyak 18 wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan SKK Migas dan JOB Tomori Sulawesi. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Luwuk tersebut resmi dibuka pada Senin (7/9/2026).

Pembukaan UKW dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai, Faisal Karim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Analis dan Formalitas SKK Migas Kalsul Muhammad Ari Bagus Pratomo, Field Senior Manager JOB Tomori Sulawesi Adrian Agung, Wakil Ketua II DPRD Banggai I Putu Gumi, Kapolres Banggai yang diwakili Kasi Humas AKP Saiman, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Banggai.

Dalam sambutannya, Dewan Kehormatan PWI Sulawesi Tengah, Mahmud Matangara, menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan JOB Tomori Sulawesi yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan melalui berbagai program, termasuk pelaksanaan UKW.

Mahmud juga memberikan penghargaan kepada PWI Kabupaten Banggai atas persiapan dan pelaksanaan kegiatan tersebut, serta kepada para penguji dan seluruh pihak yang turut berkontribusi menyukseskan UKW.

Kepada 18 peserta yang mengikuti ujian, Mahmud berpesan agar menjalani seluruh tahapan UKW dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, UKW tidak boleh dipandang hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi sebagai proses untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Ini adalah ujian. Karena itu, ikuti seluruh tahapan dengan serius dan sungguh-sungguh,” pesannya.

Mahmud menegaskan bahwa kompetensi seorang wartawan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setelah dinyatakan kompeten, wartawan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan warna positif bagi pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas.

“Setelah memiliki kompetensi, saya berharap para wartawan mampu memberikan warna positif bagi daerahnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya terus meningkatkan kreativitas dan kapasitas diri. Menurutnya, profesi wartawan merupakan pekerjaan intelektual yang menuntut proses belajar secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan informasi yang berkualitas.

Selain itu, Mahmud menekankan pentingnya menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan, kata dia, tidak boleh menjadi alat kepentingan pihak tertentu, baik pejabat, legislatif, perusahaan maupun kelompok lainnya.

“Wartawan bukan buzzer bagi pejabat, DPR, perusahaan maupun pihak tertentu. Wartawan harus tetap independen,” tegasnya.

Ia menambahkan, fungsi kontrol sosial yang dimiliki pers harus dijalankan secara objektif dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, setiap produk jurnalistik harus disusun berdasarkan fakta dan data yang terverifikasi.

“Wartawan yang sudah memegang kompetensi harus mampu menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan berkualitas,” katanya.

Mahmud berharap karya jurnalistik yang dihasilkan para wartawan tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan pandangan konstruktif yang mendukung pembangunan daerah.

Lebih lanjut, ia mendorong terjalinnya kolaborasi yang baik antara insan pers dengan pemerintah daerah, DPRD, SKK Migas, JOB Tomori Sulawesi maupun berbagai lembaga lainnya. Menurutnya, kerja sama dalam peliputan tidak mengurangi independensi wartawan selama tetap menjalankan prinsip-prinsip jurnalistik.

Di akhir penyampaiannya, Mahmud mengajak seluruh peserta UKW dan insan pers untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, pengalaman, serta proses belajar yang berkelanjutan demi memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (**)