JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA – Merespons krisis iklim global berupa kemarau ekstrem yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan parah yang menyebabkan sumber air, sungai, hingga sumur-sumur masyarakat mulai mengering, langkah cepat segera diambil.
Krisis yang mengancam keberlangsungan kehidupan dan permukiman warga ini dinilai urgen mendapatkan perhatian, baik melalui upaya penanggulangan fisik maupun ikhtiar spiritual.

Informasi terakhir diperoleh dari postingan Ustadz Nanang di Facebook, kebakaran hutan melanda desa Betau kecamatn Tojo, api mulai mengancam pemukiman masyarakat. “Informasi terkini malam.ini dari desa betaua kecamatan tojo kebakaran sudah mendekati kampung ,dan yg menghawatirkan pipa air bersih yang selama ini menjadi harapan rakyat untuk mendaptkan air bersi bagi penduduk sudah sekitar tiga kilo pipanya ludes di lahap api ,apa.lagi ini musim kemarau, rakyat sangat butuh air bersih, semoga secepatnya ada solusi.”Imbau Tokoh masyarakat Tojo Una Una tersebut.
Menindaklanjuti fatwa dan imbauan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Daerah bersama MUI Kabupaten Tojo Una-Una sepakat untuk menggelar Salat Istisqa serentak pada Jumat, 11 September 2026. Ritual keagamaan memohon hujan ini akan dipusatkan di Lapangan Stamina Ampana, dimulai tepat pukul 07.00 WITA.

Sekretaris MUI Kabupaten Tojo Una Una, Ust. Fadli Nani, S.Pd.I., menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan pertemuan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. “Langkah ini menjadi ikhtiar spiritual bersama di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang kian nyata di wilayah Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Disebarluaskan Lewat Masjid dan Media Sosial
Untuk memastikan partisipasi luas dari seluruh lapisan masyarakat, informasi kerja sama antara Pemda dan MUI ini telah disebarluaskan secara masif. Pengumuman pelaksanaan ibadah bersama tersebut disebarkan melalui jaringan pengurus takmir masjid-masjid serta berbagai platform media sosial resmi agar dapat segera dijangkau oleh seluruh warga Tojo Una Una.

Ketentuan Resmi Jemaah Salat Istisqa
Berdasarkan surat edaran ketentuan yang dicantumkan oleh MUI Kabupaten Tojo Una Una , masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum melaksanakan salat minta hujan ini:
Ikhtiar Spiritual: Jemaah sangat dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, bertobat, serta menghentikan segala bentuk kezaliman.
Tata Cara Ibadah: Berdasarkan sumber otentik, salat akan dipimpin oleh imam sebanyak 2 rakaat di tanah lapang. Tata caranya meliputi 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khotbah khusus.
Aksi bersama mengetuk pintu langit ini diharapkan mampu membawa berkah dan menurunkan hujan yang berkah, sehingga dapat memadamkan titik-titik api karhutla sekaligus memulihkan pasokan air bersih bagi rumah-rumah masyarakat yang terdampak kekeringan.(H. Sam Asiku)