INFORMASI PERJALANAN HAJI TOJO UNA UNA

Memantapkan Persiapan Ke ARNUZNA  Jemaah Calon Haji Menerima Bimbingan

467
×

Memantapkan Persiapan Ke ARNUZNA  Jemaah Calon Haji Menerima Bimbingan

Sebarkan artikel ini

JUNRLAPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Seperti dilaporkan Ketua Rombongan Haji Kabupaten Tojo Una Una H. Sudirman SN pada media ini.

Bahwa dalam rangka memantapkan rangkaian ibadah haji Indonesia dilakukan Bimbingan Kesehatan dan pemantapan kesiapan jamaah menuju Arafah, menghadapi rangkaian berat ibdah di Musdalifah dan Mina (ARMUZNA)  khusus bagi calon jemaah haji yang  tergabung dalam kloter 10 dan 11 embarkasi BPN oleh Petugas Sektor 8 bapak Wahyul Mimbar. Makkah,Senin 18 Mei 2026.

Adapun bimbingan ibadah pada sektor sektor 8: Oleh H. Nasier Tuansamu sedang sektor 9 oleh H. Syaiful Islam.

Menurut H. Sudirman bimbingan Haji sangat penting bagi para Jemaah haji Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, kesiapan berbagai pihak terus dimatangkan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menunjukkan keseriusannya dengan mengakselerasi berbagai persiapan strategis, terutama di kawasan Armuzna yang menjadi titik krusial dalam rangkaian ibadah haji.

Untuk diketahui, Armuzna merupakan 3 lokasi lokasi utama pelaksanaan puncak haji. Di kawasan inilah jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul untuk menjalankan wukuf, mabit, hingga lempar jumrah. “Oleh karena itu, pengawasan dan pengelolaan di area ini menjadi prioritas utama.” Jelas H. Sudirman.

Menurutnya bimbingan sebagai upaya mempersiapakn Layanan dan Keamanan bagi Jemaah.

Sejalan dengan PPIH Arab Saudi menegaskan bahwa tahun ini persiapan dilakukan lebih matang dan terukur. Berbagai aspek layanan diperkuat, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi jemaah selama berada di Armuzna.

Selain itu, sistem pengawasan juga diperketat untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala, seperti kepadatan jemaah, cuaca ekstrem, hingga risiko kesehatan. Petugas haji disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Optimalisasi Teknologi dan Koordinasi dalam menghadapi jumlah jemaah, PPIH juga mengoptimalkan penggunaan teknologi.

Sistem pemantauan berbasis digital diterapkan untuk memudahkan koordinasi antarpetugas serta memantau pergerakan jemaah secara real time.

Koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi pun terus ditingkatkan, termasuk dalam hal pengaturan jadwal keberangkatan ke Armuzna, distribusi tenda, serta pengamanan jalur transportasi. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko keterlambatan dan penumpukan jemaah.

Untuk diketahui, Armuzna adalah  Titik Kritis Pelaksanaan Haji

Bagi mereka yang sudah melaksanakan haji, sudah mengalami pengalaman serta mengetahui tentang Armuzna,  menjadi fase paling menantang dalam pelaksanaan ibadah haji. Karena dalam waktu yang relatif singkat, jutaan jemaah harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan tertib.

Di Arafah, jemaah melaksanakan wukuf yang menjadi inti ibadah haji. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Muzdalifah untuk mabit, sebelum akhirnya menuju Mina guna melaksanakan lempar jumrah.

“Mengatisipasi padatnya aktivitas dalam waktu singkat, pengawasan ekstra menjadi keharusan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. Itulah sebabnya dilakukan bimbingan bagi calon jemaah haji sebelum menuju ARMUZNA” tandas H. Sudirman. (Sam Asiku)