PEMDA TOJO UNA-UNA

Memastikan Harapan Baru Masyarakat Negeri Nyiur Melambai Yang Gemerlap

546
×

Memastikan Harapan Baru Masyarakat Negeri Nyiur Melambai Yang Gemerlap

Sebarkan artikel ini

Banyak yang mengatakan Kabupaten Tojo Una Una adalah daerah terpencil, namun dengan predikat itu negeri yang digelar Tanah Sivia Patuju menyimpan banyak potensi yang dapat mengerakan sendi kehidupan masyarakatnya.

Perlahan namun pasti langkah strategi dilakukan oleh bupati Ketiga Ilham Lawidu, SH dengan wakilnya  Hj. Surya Lapasiri, S.Sos, M.Si

Geliat menata visi misi Pemerintah Daerah pasangan ini mulai berbenah melalui strategi program  Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una Una, menuju arah yang cerah dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakatnya.

Menunaikan visi dan misi, Kehadiran wakil bupati dijakarta  dalam penandatanganan MoU proyek pembangkit listrik tenaga surya, bertempat di RedTop Hotel & Convention Centre Jakarta, Selasa kemarin 7 April 2026.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah teknologi ramah lingkungan yang mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik menggunakan panel surya (sel fotovoltaik), mengurangi ketergantungan energi tak terbarukan.

Laporan : H. Sam Asiku

Kehadiran Pemerintah Daerah Hj Surya, M.Si, M.Si memastikan komitmen Kabupaten Tojo Una Una untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, step By Step diantara senandung kritik hangat yang tidak meninabobokan,  akan tetapi menjadi power penyemangat terhadap konsep dalam menentukan arah pembangunan di Kabupaten Tojo Una Una.

Niat ikhlas yang akan diwujudkan dalam program Tojo Una Una gemerlap, listrik akan merata hingga pelosok desa dan kepuluan.

Pada penandatangan tersebut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H. Anwar Hafit, M.Si yang juga mengusung visi Sulteng  diantaranya “Berani menyala”, adalah menjadi roh kekuatan kolobarasi itu bukan sebatas slogan, bahwa kebersamaan dan sinergitas akan memuluskan perjuangan dalam memaksimalkan pelayanan masyarakat di Tanah Tadulako Sulteng, dan khususnya Negeri Sivia Patuju Tojo Una Una.

MoU listrik surya (PLTS) merupakan nota kesepahaman antara pemerintah atau perusahaan dengan mitra strategis untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Kerja sama ini bertujuan mempercepat transisi energi bersih, menurunkan emisi, dan meningkatkan investasi.

MoU ini menegaskan komitmen para pihak untuk melakukan studi kelayakan dan langkah teknis lanjut untuk mewujudkan energi bersih.

Upaya menghadirkan listrik yang merata hingga ke pelosok negeri terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang digelar di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.

Proyek ini difokuskan pada pengurangan emisi sekaligus peningkatan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah yang selama ini masih terbatas akses energinya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, para kepala daerah dari sejumlah kabupaten, perwakilan PT PLN (Persero) wilayah Sulawesi Tengah, serta pihak investor dan mitra dari PT Ace Energy Service bersama sejumlah perusahaan energi lainnya.

Adapun kepala daerah yang turut hadir berasal dari Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Morowali, Buol, dan Tolitoli.

Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj Surya Lapasiri menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan listrik masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan desa terpencil. Menurutnya, kondisi geografis daerah yang terdiri dari daratan dan gugusan pulau membutuhkan solusi energi yang tepat dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, kehadiran pembangkit listrik tenaga surya menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara maksimal. Dengan tersedianya listrik yang lebih merata, aktivitas masyarakat di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan dasar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Program ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses energi berbasis energi baru terbarukan. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan listrik di daerah dengan tingkat keandalan yang masih rendah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa investasi di sektor energi menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Ia menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari visi “Berani Menyala”, yang menjadi simbol komitmen daerah dalam menghadirkan sumber energi berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, masuknya investasi di sektor energi menandai langkah besar bagi Sulawesi Tengah dalam memanfaatkan potensi energi baru terbarukan. Ia pun optimistis kerja sama ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok.

“Kerja sama ini diharapkan berjalan dengan baik sehingga masyarakat di desa-desa terpencil dapat segera menikmati pasokan listrik di rumah mereka,” ujarnya.

Program “Berani Menyala” diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong pemanfaatan energi bersih di Sulawesi Tengah. Lebih dari itu, program ini juga menjadi jawaban atas tantangan pemerataan listrik, dari kawasan perkotaan hingga pedesaan, dari wilayah daratan hingga pulau-pulau kecil, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat listrik secara adil dan berkelanjutan.(samas) Sumber Kominfo Tojo Una Una