JURNALPOLRISULTENG.ID. -Tojo Una Una, Belum ada pernyataan resmi dari Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH soal rencana lelang mobil dinas bupati dan Dewan Pembina PKK Kabupaten Tojo Una Una, seperti ditulis salah satu media di Sulteng. Dimana beberapa tokoh politik tidak setuju, karena mobil itu adalah hak seorang pejabat mendapatkan fasiltas negara.
Ilham Lawidu, SH bukan politisi yang klimakterik, seperti buah yang sengaja cepat matang, namun realitas tokoh ini dinilai sukses menitih karir dilembaga legislative mengawali karir politik dilembaga eksekutif sebagai wakil bupati dan garis tangannya kemudian menangkan pilkada sehingga menjabat bupati masa bakti 2025 – 2030.
Ia sangat memahami trik politik yang dimainkan, ibarat kehadanlannya bermain dikulit air saat ombak dan gelombang menderanya.
Bisa jadi ungkapan lelang itu hanya sekedar move on ditengah pemerintahan dilanda berbagai tudingan yang memojokannya. Pepatah china yang dikutif dari asamaraman Kho Ping Ho, mengatakan “Kosong Itu berisi dan berisi itu kosong”
Sangat beralasan perlu penulusuran menguji narar, Jika menilik harga kedua mobil dinas itu, tidak relevan dengan penanggulangan anggaran yang mendesak. Semisal pembayaran THR PPPK yang nilainya mencapai puluhan miliyar atau anggaran lain yang nilainya tak sebanding dengan hasil lelang 2 mobil tersebut. Apakah ini hanya sekedar rasa keprihatian dan kehalusan rasa dan perasaan politikus Golkar, ketika berada dititik memprihatikan dengan isue yang berkembang?
Politik dan birokrasi adalah satu arena yang menuntut kepiyawaian pemainnya, apakah hal ini jebakan yang sengaja dilempar kepublik? Ataukah ada sesuatu target dengan statemen yang ngeri-ngeri sedap dari seorang politikus sekelas Ilham Lawidu?
Bisa jadi pula, sebagai bahan ujian kehandanlan dan loyalitas orang terdekatnya, siapa yang sebenarnya memahami statemen menyasar semua pihak. Sebab dalam politik tiada yang abadi selain kepentingan.
Bisa jadi hal ini adalah bagian dari skenario sebagai langkah taktis sebuah menyamarkan tindakan evaluasi dan seleksi orang-orang terdekat yang hanya tampil menyenangkan hatinya saja.
Tentu langkah dan strategi politis, seakan diambang kritis secara tidak langsung mengeksvous keuangan daerah butuh kajian, jangan sampai keliru menafsirkan langkah misteri terhadap rencana lelang 2 mobil dinas dilingkup pemerintah daerah Tojo Una Una.
Diketahui Ilham Lawidu memiliki jejang gemilang dalam menitih karir politiknya, yang selalu unggulan sebagai kompetitor di dilembaga legislative maupun eksekutif.
Jika benar kondisi keuangan daerah terpuruk saat ini, kabupaten Tojo Una Una tak sendiri menghadapi situasi keterbatasan anggaran di Sulawesi Tengah dan dibanyak daerah lainnya.
Namun kembali pada persoalan apakah fenomena rencana lelang dua mobil dinas Pemda Tojo Una Una dibangun dipentas politik, apakah akan menemukan jawaban untuk memastikan opsesi serta target yang hanya ada dalam ruang pikir Ilham Lawidu. Kita lihat nanti! (Sam Asiku)