Asumsi itu diluruskan oleh Kasubag Keuangan PERUMDAM Ue Tanah, Gusniati, SH, saat dimintai keterangannya dipenghujung bulan Januari 2026.
Menurutnya, jika melihat dari sisi fisik keuangan kita melaba, sementara dalam laporan keuangan kita dinyatakan rugi. Hal itu disebabkan oleh dua hal yakni, Penyisihan piutang rekening air dan Penyusutan Asset.” Ungkapnya
Catatan: H. Sam Asiku
Ia membeberkan Perumdam Ue Tanah semenjak tahun 2006 pemekaran PDAM Poso belum pernah dilakukan pencatatan ektra.
Perumdam Ue Tanah telah mengajukan permohonan persetujuan untuk pencatatan ektracomptable sesuai Dasar Hukum dan kebijakan akuntansi dan telah melampirkan surat rekomendasi dari Kantor Akuntan Publik Supriadi Laupe, untuk segera melakukan pencatatan ekstra bahwa sesuai aturan dimaksud piutang rekening diatas 2 tahun harus dicatat secara ekstrakomptabel (bukan dihapuskan atau diputihkan).
Namun belum terealisasi sampai saat sekarang, yang mengakibatkan besarnya beban penyisihan dilaporan keuangan. Jelas Gusniati.
Penyusutan Asset adanya beban penyusutan asset yang sangat besar juga akibat dari pengklasifikasian asset yang tidak produktif tidak dapat di inventarisir.
Sehingga jika melihat laporan fisik keuangan, menghitung antara penerimaan dengan pengeluaran, Perumdam Ue Tanah mengantongi keuntungan, tahun ini saja kelebihan 400 juta.
Ia mengungkap besaran penyisihan piutang air dalam setahun mencapai Rp. 2 miliar, dan hingga akhir tahun 2025 piutang rekening air Perumdam Ue Tanah mencapai 15 miliyar, dan ini yang akan diusahakan untuk bisa ditagih kepelanggan.
Dan upaya itu terus dan telah dilakukan baik penagihan dengan cara door to door, pembayaran secara online terus dikembangkan dengan kerjasama baik pihak bank, maupun pihak² lainnya termasuk PPOB dan swalayan agar nilai penyisihan piutang bisa mengecil.
“Artinya jika pencatatan ektracomptable diterapkan maka laporan keuangan akan terlihat laba bukan merugi dan optimes status Perumdam Ue Tanah yang selama ini sesuai hasil audit Evaluasi Kinerja (Evkin) BPKP Prop. Sulteng “Kurang Sehat” akan menjadi Sehat.” Ujarnya.(samas)