KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Menghidupkan kembali budaya  gotong royong sebagai kearifan lokal menuju Lemoro desa mandiri

393
×

Menghidupkan kembali budaya  gotong royong sebagai kearifan lokal menuju Lemoro desa mandiri

Sebarkan artikel ini

Tema “Wujudkan Lemoro Desa Mandiri” yang diusung Risman Pandita saat mencalonkan kepala Desa Lemoro Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una bukan isapan jempol belaka.

Ketika mencermati sepak terjang Risman Pandita kades Lemoro Kecamatan Tojo kabupaten Tojo Una-Una, nyaris tak ada waktu yang tercecer dalam upaya mengedukasi serta  mainset masyarakat dimana dirinya  tampil terdepan dengan berbagai gagasan.

Catatan Sam Asiku

Risman Pandita sosok pemimpin bukan ahli narasi, yang menghabur kata tanpa makna, atau hanya berdiri memberi perintah, akan tetapi dia adalah pelopor dan motoris setiap program desa bermanfaat buat masyarakat. Dia hanya memiliki satu mimpi tentang rakyatnya yang sejahtera.

Beberapa catatan gebrakan kades dan masyarakat desa Lemoro, sebagai seorang aktifitas lingkungan hidup, beberapa kali sempat  bertemu dikantor lapangan  Yayasan Merah Putih yang dipimpin Badri Djawa, SS,  Risman cenderung  pada upaya mendorong sektor  pertanian  dengan memanfaatkan lahan cadangan menjadi area persawahan yang produktif untuk masyarakat, tujuan dalam meningkatkan produksi pertanian sebagai sumber mata pencaharian yang mendominasi kehidupan masyarakat didesa Lemoro.

Diketahui banjir bandang Tayawa, sepekan yang lalu telah berimbas kedesa Lemoro, terjadi kerusakan pada jaringan irigasi didesa itu.

Kegiatan gotong royong dimulakan oleh Risman pendita, sejak jumat kemarin Jumat, 26 Januari 2024 memboyong masyarakatnya, sebagai bentuk solideritas dan dukungan kepada masyarakat desa Tayawa, membersihkan endapan lumpur, diketahui desa Tayawa adalah desa yang terdampak banjir  yang terjadi  Minggu (21/01/2024) sekitar pukul 15.00 wita.

Pada akhri pekan Sabtu kemarin 27 Januari 2024, kembali terjadi gerakan spontan yang digagas oleh Kades Risman Pandita.

Bersama masyarakatnya kembali turun lapangan membersihkan endapan pasir dan Lumpur di saluran Kantong Lumpur Irigasi Desa Lemoro, mengandeng  Kelompok Tani Desa Lemoro, GP3A, P3A Desa Lemoro dan Pengamat Pengairan Kecamatan Tojo.

Tanggap darurat bencana, skala desa pasca Bencana Banjir Hari Minggu 21 Januari 2024 semakin memperkuat solidaritas dalam tradisi gotong royong  patut diancungi jempol, adalah wujud kearifan lokal  membangun kebersamaan untuk negeri tercinta.

Sebagai pimpin di desa Lemoro, mengapresiasi  keterlibatan banyak pihak hal memberi donasi dan bantuan sosial. “Saya atas nama masyarakat desa Lemoro mengucapkan terima kasih” Ucapnya.

Menurutnya para dermawan itu telah membagi makanan, minuman dan snack di lokasi irigigasi. Dimana Irigasi Lemoro adalah salah satu asset prasarana  vital yang sangat mempengaruhi hasil produksi masyarakat yang sebagian besar tergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.(Sam Asiku)