JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Himbauan Pemerintah Daerah dan pihak kepolisian Resort Tojo Una Una, minta agar perpisah tahun 2025 tidak menyelenggaran acara penutupan tahun 2025 dan menyambut 1 Januari 2026 dengan pesta meriah, sebagai wujud empati terhadap musibah nasional Aceh yang telah merengut banyak korban jiwa dan harta benda.
Hal itu dipertegas kapolres AKBP Yanna Djayawidya, SIK, MH, saat mengggelar Konfersnsi Pers dengan sejumlah wartawan, menghimbau masyarakat agar tidak meluapkan kegembiraan menyambut tahun baru 2026 dengan euforia yang berlebihan, Senin 29 Desember 2025.
Terhadap himbauan itu Marsono selaku owner Soyo Sae Fun Hoya Jogyakarta Last Hoya-hoya di Kelurahan Dondo Kecamatan Ratolindo, menangapi baik himbauan itu.
Pada sejumlah wartawan Marsono di Resto Hotel Lawaka mengatakan pihaknya pada malam perpisahan tahun 2025 akan mengadakan zikir bersama dengan para tokoh agama kelurahan Dondo, sebagai rasa empati pada masyarakat Aceh yang dilanda bencana alam.
Diketahui kehadiran Hoya-hoya dikelurahan Dondo sudah 2 pekan digelar, tidak saja mengisi kebutuhan masyarakat akan hiburan, namun pasar malam Fair Dondo 2025 telah memberi arti bagi pedagang kecil serta penjual makanan, sehingga mendapat sambutan baik ditunjang dengan penyajian hiburan dari artis lokal Sulawesi yang menyemarakan kota Ampana diwaktu malam.
Dari pentas tersaji berbagai gendre musik dari Dangdut, Pop hingga Refgenre seperti Trap, Gangsta Rap atau Pop Rap yang menambah gairah ruang atmosfir hiburan malam yang dibatasi dengan waktu hingga pukul 23.00 dan malam minggu hingga pukul 24.00 wita.
”Insya Allah kami akan mengelar zikir bersama pada malam perpisahan tahun 2025” Ucap Marsono.
Ia mengatakan malam perpisahan tahun kami tidak akan berpesta dengan kembang api dan petasan seperti biasanya, cukup menyuguhkan hiburan segar bagi masyarakat setelah pelaksanaan zikir bersama.

Marsono mengungkap pada malam menyambut tahun baru 2026, panggung hiburan Dondo Fair 2025 menampilkan konser artis cilik kota Gorontalo Matahari serta menampilkan dua komedian Gorontalo yang pernah manggung di ibu kota, adalah Mantri Oro dan Lord Haris. Komposisi hiburan itu didukung penyanyi asal kota provinsi Gorontalo Ayi Krefek, Maia serta Rival Paluntu, yang diperkuat DJ Ismet.
Dari Googling diperoleh tentang Artis Matahari Gorontalo (Dj Cilik), seorang DJ pemula yang mulai merintis karir dan sering mengisi acara hiburan seperti pasar malam diwilayah Provinsi Gorontalo, dia adalah seorang disc Jockey muda yang lagi naik daun dan mendapat tempat dikalangan remaja.
Menurut pengakuan Marsono bahwa mobilisasi peralatan serta teknisi melibatkan 30 Kru, dengan tranportasi wahana dan perangkap Alat Band serta sarana pendukung menggunakan 14 truk.
“kami yakin rezeki akan selalu ada sepanjang masih ada anak-anak, kami yakin kegiatan kami akan berjalan dengan baik” Ucapnya optimis
Sejauh ini ia mengakui sudah tampil dan memperoleh sambutan hangat masyarakat dan pemerintah setempat dibeberapa kota besar di Sulawesi. “Di Ampana kami merasakan respon yang luar biasa dari semua pihak, untuk itu kami beri apresiasi serta tak lupa kami ucapkan terima kasih” Ucap Marsono dengan tulus.

Sementara Lurah Dondo Ali Bajeber, S. Sos yang dimintai keterangannya mengatakan pasar malam Dondo memberi dampak positif bagi masyarakat.
Ia mengungkap sekitar 30 puluan pedangan dan UMKM mengambil bagian pada pasar malam Dondo Fair 2025.
Keberadaan Soyo Sae Fun Yogyakarta Hoya-hoya telah menjawab kebutuhan masyarakat akar rumput yang haus hiburan, disisi lain kegiatan yang digelar memberi kontribusi pemasukan pendapatan dari pajak pendapatan daerah dan kelurahan.

Ia menjelaskan konsep kegiatan Dondo Fair adalah bagian penguatan ekonomi masyarakat kelurahan Dondo melalui kegiatan UMKM dan pedaganng kecil, serta pengusaha warung makan dan jasa parkiran.
Hasil konfirmasi dengan Soyo Sae Fun Yogyakarta, akan selalu mengisi pangung hiburan dengan mendatangkan artis lokal Sulawesi.
Beberapa hari kedepan akan menghadirkan penyanyi lagendaris Arang Tempurung Gunawan.
”kegiatan yang menampilkan artis dua kali setiap minggu cukup menyedot kunjungan masyarakat” Tutup Lurah Dondo (Sam Asiku)