Penyelenggaraan Kegiatan sosialisasi pencegahan penanggulangan stunting melalui penyuluhan dan konseling gizi serta demo masak kepada ibu hamil dan Orang Tua Balita ini dibanda Tanjung Api, momentum Hut Persagi Ke 64 di Tojo Una-Una, mencerminkan adanya kolaborasi dan sinergitas antara pihak otoritas bandara dengan pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, yang memiliki presfektif yang sama, serius menyikapi persoalan nasional, dalam upaya menekan angka stunting di negeri Sivia Patuju julukan Kabupaten Tojo Una-Una.
Catatan Sam Asiku

Kegiatan Yang digagas oleh Ketua TIM PKK Kabupaten Femmy Luter Lahay yang juga adalah tim penasehat DPC Persagi Tojo Una-Una. Femmy mengatakan kegiatan ini sangat baik dan akan terus dilakukan didalam menurunkan angka stunting di Tojo Una-Una.

Bupati Mohammad Lahay, SE, MM, diwakili Sekretaris Daerah Tojo Una-Una Dr. Hj. Sovianur Kure, SE, M.Si membuka kegiatan kegiatan itu. (01/02/2024).
Gelar peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 yang jatuh pada tanggal 25 januari 2024 adalah mementum dalam merangkai program informasi dan promosi kepada masyarakat pentingnya gizi pada remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, yang kaya akan protein hewani sehingga masyarakat memiliki perilaku konsumsi beraneka ragam makanan protein hewani dalam rangka percepatan penurunan stunting. Demikian Sekda mengawali sambutannya.
Dikatakan Sekda, permasalahan bangsa indonesia, ditengah kemajuan yang dialami bangsa kita, seiring dengan perkembangan gizi buruk, salah satu penyebabnya adalah masalah stunting.

Faktor ekonomi sangat ikut menentukan permasalahan stunting, mulai dari tahun 2019 terjadinya wabah covid-19, kemudian timbul kekhawatiran hingga banyak muncul kasus gizi buruk dan bayi stunting.
Kejadian stunting memiliki dampak terhadap tumbuh kembang balita. Dampak jangka pendek dari stunting adalah adanya penambahan angka kesakitan dan kematian serta perkembangan motorik, kognitif dan verbal anak menjadi tidak optimal.
Sedangkan dampak jangka panjang dari stunting adalah postur tubuh yang kurang optimal saat remaja (pendek), resiko obesitas dan penyakit lainnya, menurunkan kesehatan reproduksi, serta menurunkan kapasitas belajar dan bekerja sehingga menjadi tidak optimal.

Menurut WHO penyebab dari stunting, terdiri dari faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor secara langsung adalah infeksi dan asupan makanan yang kurang dalam jangka waktu yang lama. Asupan makanan terdiri dari asupan zat gizi makro seperti energi, protein, lemak, dan karbohidrat serta zat gizi mikro seperti zat besi, kalsium, dan zinc.
Sedangkan faktor tidak langsung adalah keadaan ekonomi dan politik, pendidikan rendah, fasilitas pelayanan kesehatan yang kurang memadai, kebudayaan, ketersediaan pangan yang kurang, serta kebersihan air dan lingkungan yang tidak memadai.
Adapun upaya yang dilakukan oleh kementerian kesehatan, salah satunya adalah dengan mengangkat tema “protein hewani cegah stunting”. Perlu diketahui bahwa, protein hewani adalah instrumen gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah stunting pada anak, hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sekda menyentil tentang penilaian pusat pelayanan kesehatan saat kedatangan Menteri Kesehatan RI beberapa waktu yang lalu, Puskermas Ampana Tete mendapat predikat terbaik sekabupaten Tojo Una-Una.
Ditekan sekda, prestasi ini perlu dibarengi dengan upaya-upaya pelayanan yang optimal terutama dalam rangka menurunkan Angka Stunting Dikecamatan Ampana Tete. “saya mengajak semua anggota persagi untuk terus menunjukkan eksistensi dan komitmen melalui berbagai macam program kesehatan terhadap upaya pencegahan penanggulangan stunting.Tutup Sekda.

Camat Ampana Tete
Camat Ampana Tete, Asrin W. Goga, S.Pd, MAP menyambut baik motivasi Sekda Tojo Una-Una. Menurutnya, upaya itu terus dilakukan, “Kami terus mengedukasi masyarakat dan maint set pola hidup agar lebih memperhatikan faktor kesehatan dan menjaga pola makan dan minum.
Bahkan menurutnya ada 20 desa binaan diwilayah kerja, menggalakan Pos Yandu Remaja (Pos Rem) yang melibatkan remaja untuk mengatasi stunting sesuai indikator penanggulangan stunting dan pencegahan stuting dikalangan remaja.
Mengakhiri sambutannya Sekda Tojo Una-Una, menyambut baik serta mengapresiasi kepada DPC- PERSAGI Tojo Una-Una serta semua pihak yang terlibat, hingga terselenggaranya kegiatan ini.

Momentum kegiatan itu panitia kegiata menyiapakan beberapa reword, yang diberikan kepada, 1, Bayi Lulus Asi eksekutif 1 Orang dan Balita yang aktif datang ke Pos Yandu selama setahun berjumlah 2orang. Sementara paket lain buat Balita yang bermasalah gizi 4 orang, serta Reword kepada Kader Pos Yandu Dirgantara. (samas)