JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Dikatakan Lurah Muara Toba Kecamatan Ratolindo Tojo Una-Una,Moh. Syafri Labolo, S.Pd pada media ini, hakeket pembangunan sesungguhnya adalah kemampuan membangun pemahaman masyarakat, terhadap pentingnya bersinergi dengan pemerintah, menuju kemajuan kawasan keluarahan yang maju diberbagai aspek kehidupan masyarakat. Minggu 18 Agustus 2024.

Pencangan Kampung Panca Sila di Kelurahan Muara Toba Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una
Dimensi kehidupan yang melatari dan pernah dilakoninya, dia pernah jadi guru, pemandu wisata yang handal dan karena kecerdasan dan kemampuan serta keuletannya sehingga ia mampu merintis karir dan menjadi bagian dari pemerintahan Kabupaten Tojo Una-Una.
Moh Syafri Labolo mampu mengikuti alur pertanyaan yang butuh jawabannya, yang tepat.
Setahun menjadi lurah di Muara Toba, pertama kali mengevaluasi perjalanan pemerintahan dan respon masyarakat terhadap pemerintah kelurahan.
Sebab menurutnya, pembangunan apa saja yang kita lakukan, jika kita tidak mampu memberi pemahaman kepada masyarakat, maka hasilnya tidak efektif memberi nilai dan azaz manfaat. “Langkah yang saya lakukan, menghabiskan waktu saya ditengah masyarakat untuk mengetahui apa yang menjadi keluhan mereka” Ujarnya.

Menghabiskan selalu interaktif dengan masyarakat adalah langkah untuk bersinergi
Selain itu saya memperkokoh koordinasi dengan aparat TNI-Polri memperkuat 3 pilar, untuk mewujudkan situasi kantibmas tetap terjaga.” Koordinasi sangat penting dengan Babinkamtibmas dan Babinsa jika ada hal-hal yang menonjol”terangnya.
Ia menegaskan aspek keamanan sangat menentukan didalam upaya pembanguan apapun, agar tidak mengalami kendala.
Momentum peringatan hari Kemerdekaan RI ke 79, ia mengungkap telah menerapkan kawasan Kampung pece menjadi kampung panca sila yang merupakan gagasan Panglima TNI.
Jalan yang ada dikampung pece saat ini dikenal kampung pancasila, adalah program dinas PUPR untuk merubah kawasan kategori kumuh.
Dan Kawasan Kampung pece dihuni ratusan kepala Keluarga (KK) merupaan tantangan bagi kami, bagaimana merubah image dari stetamen kampun ektrim menjadi hunian yang benar aman dan tentram. “Alhamdulilah, saat ini kampung pece adalah tempat yang aman dan tentram” Ujarnya.
Untuk menuangkan gagasannya, Lurah Muara Toba bersinergi dengan program awal pemerintah daerah, khususnya di Kampung Pece ia menganggarkan pembenahan jalan dan pengecetan jalan hingga pengecatan kerumah-rumah masyarakat. “Kita akan merubah image dari kawasan kumuh menjadi kampung wisata warna-warni, namun anggaran masih erbatas cukup pembenahan dan pengecatan jalan dulu.” Ujar Syafri.
Kampung pece yang mayoritas Suku Gorontalo secara rutin mengelar event peryaan hari raya ketupat, setiap tahunnya terus berkembang, sehingga menarik animo dan masyarakt untuk berpartisipasi, sehingga makin menarik bagi masayarakat lokal maupun manca negara. “Ini membuka cakrawala berfikir saya, momentum ini sangat baik jika event tahunan akan membuka peluang bagi masyarakat, jika dikemas menjadi wisata religi.” Terang Syafri.
Bahkan opsesi saya, kampung pece menjadi destinasi bagi siapa saya yang ingin berkunjung dan mempelajari adat istiadat dan tradisi masyarakat setempat. “ kita butuh persiapan yang matang dan dukungan anggaran yang cukup.” Ungkapnya.
Secara utuh sebagai lurah Muara Toba saya akan memperhatikan kepentingan masyarakat yang berkaitan dengan aspek pembangunan dan pelayanan.

Koordinasi dalam rangka perkuat 3 pilar di keluarahan Muara Toba
Setahun kami bertugas dikelurahan Muara Toba, bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pembenahan imprastruktur, seperti pembangunan drainage dan tanggul pengaman sungai Toba yang setiap tahun menjadi keluhan masyarakat akibat banjir meluapnya sungai Toba.
Alhamdulillah saat ini ancaman banjir tidak lagi menjadi polemik ditengah masyarakat ” Ujar Syafri.
Untukpembenahan lingkungan, saat ini kami baru dapat merealisasikan pembenahan jalan dan pengecatannya, dari target semua jalan lingkungan yang ada di Kelurahan muara Toba.
Ia mengungkap, pada rapat RPT sebelumnya, selaku lurah ia mengajukan anggaran sebesar enam ratus juta untuk pengecatan rumah warga warni, untuk memberi wajah baru dan perubahan dalam hal menghilangkan image Kampung pece adalah wilayah kumuh.
Alhamdulillah upaya pendekatan dengan masyarakat sangat efektif, dan saya bisa buktikan dulu kampung pece adalah kawasan ektrim dan rawan, namun saat ini sangat damai dan tentram. Tandas Syafri. (Sam Asiku)