JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, PT PLN Persero dalam hal ini Unit Layanan Pelanggan UPL PLN Ampana, perlu tampil professional dalam pelayanan terhadap masyarakat,
Diketahui Susunan manajemen PT PLN (Persero) ULP Ampana dipimpin oleh seorang Manajer ULP yang bertanggung jawab atas operasional dan pelayanan pelanggan di wilayah tersebut, di bawah naungan UP3. Struktur ULP umumnya mencakup tim teknis (jaringan), layanan pelanggan (pelayanan), dan administrasi (keuangan/umum) untuk memastikan keandalan listrik.
Sementara Manajer ULP Ampana, dalam hal ini Muhammad Munszir, bertanggung jawab atas pelayanan, penyaluran listrik aman, dan kinerja operasional.
Pemadaman listrik Minggu Dini hari pukul 03.00 selama 1 Jam saat aktifitas masyarakat meningkat butuh penerangan, mempersiapkan hidangan sahur , menjadi momen yang tidak mengenakan, sehingga banyak tudingan dan penilaian buruk terhadap kinerja kinerja ULP PLN Ampana.Mingu Dini hari 14 Maret 2026.

Hingga saat ini belum ada jawaban yang diperolah dari pihak PLN Ampana, dua nomor penting dihubungi yakni Nomor Yantek Ampana 08229891xxxx dan (F) 08223557xxxx beberapa kali dihubungi namun belum memperoleh jawaban. Minggu 14 Maret 2026.
Seharusnya pihak PLN merespon kontak, tanpa harus mengabaikan konfirmasi media terhadap alasan pemadaman agar tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat.
Hal itu dibenarkan security yang bertugas saat itu ditemui dikantor PLN, “Nomor pak Firman sulit dihubungi pak, mungkin sibuk atau lagi istirahat” Ujarnya.
Pejabat yang berkompeten ULP PLN Ampana seharusnya professional dalam mengolah informasi layanan. Tanggap melakukan menglarifikasi terhadap jadwal pemadaman atau gangguan teknis tiba-tiba dan sehingga dilakukan pemadaman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Hari libur tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menjawab panggilan telepon, karena soal informasi tak bisa diabaikan, karena menjadi hak publik untuk mengetahui secara transparan dan dapat jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini sangat penting untuk menghindari isue liar dan multitafsir negative yang menilai tindakan PLN Ampana, seakan sengaja melakukan memadamkan listrik disaat masyarakat itu sedang membutuhkan penerangan saat makan sahur.
Sumber yang diperoleh di meja layanan PLN Ampana, Adini menjelaskan bahwa manager ULP Ampana Muhhamad Mundasir, kurang sehat akibat kelelahan setelah menjemput kunjungan petinggi PLN dalam melakukan peninjaun dibeberapa tempat di Ampana.
Sedang keterangan yang diperoleh security, meneruskan informasi dari firman staf Firman, membenarkan terjadi gangguan dan dilakukan pemadam secara keseluruhan.
Saat berita naik tayang, firman lewat sambungan WhatsAppnya memberi respon sebagai berikut;
Mohon maaf pak agak slow respon, Lagi kurang sehat 🙏🏼
Terkait kejadian padam listrik yang terjadi semalam, dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Telah terjadi gangguan pada Trafo Step Up di PLTD Mantangisi yang mengakibatkan pemadaman listrik meluas di wilayah pelayanan ULP Ampana.
2. Proses penormalan suplai listrik memerlukan waktu karena petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan serta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi aman dan layak untuk dioperasikan kembali.
3. Proses penormalan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan pembangkit
Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan pengertiannya kami ucapkan terima kasih.(Sam Asiku)