JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Pembangunan jembatan semi permanen di wilayah dataran bulan, yang berlokasi diwilayah pedalaman antara lengkasa dan Uematopa menjadi kontroversi dikalangan pegiat medsos meragukan ketahan kontruksi jembatan tersebut. mempertanyakan apakah ini “jembatan Bendi atau jembatan mobil”
Pasalnya foto yang beredar dimedsos sangat jelas memperlihatkan gelagar jembatan hanya mengunakan balok Ukuran 10 x 15. Tidak layak dilalui kenderaan mobil, karena dikuatirkan tidak mampu menahan tekan beban berat.
Bahkan ada dugaan, bisa jadi pelaksaaan minim pengawasan dari dinas yang bertanggung jawab karena lokasi berada diwilayah terpencil.

Kadis PUPR Tojo Una Una Moh. Asfan Supu
Kondisi pembangunan jembatan itu ketika dikonfirmasi pada Kadis PUPR Tojo Una Una Mohamad Asfan Supu, menyatakan pekerjaan jembatan itu bukan dalam kewenangan dinas PUPR Tojo Una Una, “itu dibawah dinas Nakertrans Tojo Una Una.” Ujarnya.
Namun demikian ia setelah mengamati foto jembatan itu, menyatakan itu tidak benar. “Itu fitnah” Ujarnya diruang kerjanya Selasa 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, baru kembali dari Uematova bersama wakil bupati untuk mengecek sarana pelayanan dasar masyarakat, juga pengecekan infrakstruktur sarana tranportasi diwilayah itu. “Kami lewat dijembatan itu dengan 6 unit mobil, ternyata aman tidak seperti kekuatiran yang beredar dimedsos. Ujarnya serius.
Untuk memastikan dugaan itu, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Tojo Una-Una Taufan Hendra Tandri, yang diminta keterangannya, mengakui pekerjaan dalam kewanangan dinasnya.
Ia menampik tudingan pembangunan jembatan tidak sesuai spek pelaksanaan. “Saya melihat foto yang beredar, hanya diambil dari permukaan jembatan yang menampakan balok kayu ukuran 10 x 15, yang sebetulnya balok itu adalah landasan lantai jembatan, bukan gelagar primer.Senin 20 Januari 2026.

Sumber foto : kadis Nakertrans Tojo Una Una
“Seharusnya pengambilan foto itu menyertakan foto kontruksi bawah jembatan yang menampakan Strigers Girder dari beton yang membujur duduk diatas abutment beton, sehingga tidak terjadi penyesatan informasi” Tandas Taufan Hendra Tandri.
Menanggapi prokontrak tanggapan pembangunan jembatan itu, perlu dilakukan peninjauan kembali oleh pihak yang berkompeten untuk memastikan apakah dugaan masyarakat benar atau tidak. (Sam Asiku)