Berita

Pemberdayaan Ekonomi Mandiri Masyarakat Desa Labuan

320
×

Pemberdayaan Ekonomi Mandiri Masyarakat Desa Labuan

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA , Destinasi wisata kuliner lokal yang berada dipesisir pantai Desa Labuan Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una semakin memikat pengunjung setiap malamnya.

Dibawah kepemimpinan Kades Labuan Rustam NL.P, yang mampu menatah desanya dengan pola keterbukaan, kolaborasi dengan elemen desa, sehingga banyak gagasan yang mendorong kemajuan desanya hingga kini menjadi perhatian.

Kondisi desa Labuan Pasca Pandemi Covit19, masyarakat pesimis dalam kegalauan menghadapi kesulitan ekonomi, namun saat ini pupus seketika adanya aktivitas usaha kuliner di Angkringan TPI Labuan.

Wisata Kuliner yang berlebel “Angkringan TPI Labuan” yang digagas oleh POKDARWIS diketuai Moh. Lubis, STP.

Lubis sebagai ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) juga ketua Komunitas Jama Dama dan sekertaris pengurus BPK Ormas Oi kab.Tojo Una-Una mengakui, sempat bingung dan penasaran melihat aktivitas kaum milenial sebagian tanpa aktivitas.

Kegelisahan yang berkepanjangan sejak pandemi Covit 19, banyak pemuda datang ke suatu tempat, sehingga lahirlah ide untuk memulai rencana sederhana.

‘Saya mengajak 5 pemuda yang sering main dirumah, memulai usaha jualan kopi dan jangung manis bakar dilokasi TPI.

Lokasi itu berada diantara Deramaga TPI dan TPI dipisahkan jalan desa diposisir pantai labuan yang gelap tanpa penerangan.

Usaha itu awalnya dicibirkan, namun kenyataannya setiap bulan mereka menjual bisa menghasilkan uang enamratusan ribu.

Upaya yang menghasilkan manis menarik perhatian masyarakat, dan perlahan mulai ramai ikut menjual kopi, namun saat ini menunya sudah bervariasi.

Dikatakan Lubis, wisata kuliner tongkorangan TPI sudah memberi konstrubisi bagi masyarakat. sesuai data yang dimilikinya, ada pergerakan ekonomi masyarakat cukup besar, rata-rata penghasilan perlapak paling rendah 300 ribu/malam dengan jumlah lapak 40 unit. “Sekitar duabelasan juta uang berputar ditemapt itu”Ungkapnya.

Diakuinya,saat ini lapak yang dimiliki masyarakat masih darurat, kedepan akan ditatah lebih artistik untuk menyerap banyak pengunjung. Tandasnya.

Sementara dari wakil ketua Pokdarwis Masram Lapa, dimintai tanggapannya, ia lebih fokus pada kawasan wisata Laut Tanjung Lawaka, keberadaan Wisata kuliner sudah tepat sebagai pintu masuk.

Menurut Masram Lapa, kawasan Tanjung Lawaka pernah beroperasi dan ramai pengunjung, namun terhenti adanya Pandemi copit19. Kami akan menyusun program dengan Pemdes Labuan. Kerja sama dengan Pemdes dan bumdes, nantinya jaringan bumdes akan digerakkan oleh Pokdarwis.” Ujanya.

Ditanyakan soal keamanan, sampai mala mini tetap aman dan nyaman, menurutnya masyarakat sudah paham faktor keamanan sebagai pendukung utama aktivitas penjualan beli dilapak. Mereka merasa memilikinya, karena usaha itu telah memberikan peluang pendapatan yang menjamin kehidupan mereka sehari-hari. “Setiap malam polisi patroli datang melakukan pemantauan” Ujar Masram Lapapa.

Tokoh Masyarakat Syaiful Wahid, SE memberikan ikut komentarnya, kegiatan masyarakat itu berdampak positif. Meningkatkan peningkatan ekonomi masyarakat dan penyerapan energi kerja. Ujarnya

Tanggapan negatif terhadap keberadaan kompleks TPI, kini berubah karena aktivitas masyarakat setiap malam ramai dikunjungi banyak orang.

Syaiful Wahid mengharapkan usaha masyarakat itu akan berkesinambungan, namun ia menyarankan perlunya ditunjang dengan pelayanan prima yang memberi kepuasan kepada pengunjung yang datang. Tandasnya, (Sam Asiku)