JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Memastikan salah satu program yang dicanangkan Bupati Ilham Lawidu dan Wakil Bupati Hj. Surya, S.Sos, M.Si.
Permerintah kecamatan Ampana Kota yang dinakodai Camat Ampana Kota Mohamad Awali, S.Sos, M.Si menggalakan program Gemas kota (Gerakan membersihkan sampah kota). Hal itu disampaikan nya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis 8 Mei 2025.

Mengorek keterangan lebih dalam camat Ampana Kota, yang melihat per hari ini banyak kegiatan seperti lomba desa/kelurahan lebih mengedepankan pada pemenuhan administrasi ketimbang kegiatan lapangan. “Pola ini harus dirobah menjadi terbalik, lebih memaksimalkan kegiatan rill di lapangan dari pada kegiatan yang bersifat administratif seremonial.
Kegiatan yang dimulakan bupati adalah langkah yang harus ditindak lanjuti oleh seluruh jajaran pemerintahan baik kecamatan sampai ketingkat desa dan kelurahan. Dengan kegiatan yang variatif yang berorintasi pada sentral kegiatan untuk mencapai program yang menjadi target pemerintah daerah.
Pemerintah kecamatan Ampana Kotatelah memulakan pelaksanaan program Gemas, inovasi yang berkelanjutan, yang melibatkan TNI Polri dan siswa Pendidikan Dasar.
Hal itu dilakukannya sejalan dengan visi misi Bupati visi misi Bupati dan wakil, bupati. tercapainya lingkungan yang bersih dan tertata rapi dalam bingkai Adipura.
Menurutnya perlu ditunjang oleh kegiatan kerja bakti setiap Jumat yang telah dimulakan bupati yang besok memasuki minggu ketiga. “Gemas kota adalah kolaborasi dengan semua stakeholder. kita kroyok bersama”Ucapnya.
Rencana Jumat besok, kita memfokuskan kerja bakti di Kelurahan Bailo, yang rencana akan dihadiri Wakil Bupati.” Imbuhnya
Kegiatan itu akan melibatkan siswa SMK Pariwisata, siswa SD 3, puskesmas Ampana Ampana Barat, BPP pertanian, juga TNI Polri. “Pembersihan kita lakukan hingga pesisir pantai, sekaligus untuk mengecek kebersihan lokasi TPA sampah di kelurahan Malotong.
Kita sadar efesiensi mengakibatkan keterbatasan anggaraan berpengaruh pada tahapan implementasi,yang disertai budget. Namun demikian, tidak harus kalah dengan kebijakan itu.
Bagaimana menyiasati keterbatasan fasilitas sarana prasarana sebagai pendukung untuk efektifitas kegiatan, kita cari solusi lain, terutama diantaranya meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk menerima secara positif, pentingnya kebesihan lingkungan, yang dimulai dari skala kecil, dari rumah dan luar rumah masyarakat.
Upaya lain adalah menumbuhkan semangat gotong royong dan meningkatkan disiplin masyarakat tentang pentingnya kebersihan, agar tidak membuang sampah disembarang tempat, sebagai wujud kepedulian.
Terkait dengan kebersihan, disadari memiliki keterabatasan tenaga dan armada pengangkut sampah, yang membutuhkan solusi kongkrit program partisipatif masyarakat terhadap kebesihan lingkungan dan keindahan kota.
Semangat gotong royong dan pemahaman yang cukup pada masyarakat, adalah kerangka dasar untuk melahirkan inovasi dan kreatifitas program yang spesifik guna mencapai visi misi bupati dan wakil bupati.Tandas Camat.(Sam Asiku)