PEMDA TOJO UNA-UNA

Penghargaan Mendagri diraih Pemlur  Dondo Barat  Dalam Menurunkan Angka Stunting

635
×

Penghargaan Mendagri diraih Pemlur  Dondo Barat  Dalam Menurunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOJO UNA UNA, Pada apel perdana ASN lingkup pemda Tojo Una Una, bupati  Ilham Lawidu, SH   menyerahkan penghargaan tertinggi dari Mendagri atas prestasi menurunkan angka stunting kepada Lurah Dondo Barat Hadijah, S.Sos dihadapan ribuan ASN dan pimpinan OPD lingkup Pemerintah daerah. Senin 5 Januari 2025

Sumber yang diperoleh media ini menjelaskan, Pilar Pencegahan Stunting adalah strategi nasional di Indonesia yang mencakup Komitmen Kepemimpinan, Kampanye Nasional & Perubahan Perilaku, Konvergensi Program, Gizi & Ketahanan Pangan, dan Pemantauan & Evaluasi untuk menurunkan angka stunting secara komprehensif, sering kali juga melibatkan pilar dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) seperti stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air bersih, sampah, dan limbah rumah tangga.

Lurah Dondo Barat pada media ini menjelaskan, bahwa penghargaan yang diraih karena keberhasilan pemerintah Kelurahan Dondo dalam menurunkan angka stunting melalui penilaian ketat  beberapa indikator dalam aplikasi kementerian Dalam Negeri. Ucapnya Selasa 6 Januari 2026.

Lebih rinci ia memberi keteranganya, Kabupaten Tojo Una Una adalah peringkat keempat Nasional 169 ddan keempat sessulteng dengan nilai, 51,78 (Inovatif) setelah Kabupaten Banggai nilai 70,43, Kabupaten Morowali nilai 64,43 dan Kota Palu dengan nilai 58,32. Sesuai hasil Keputusan Mendagri No 400.10.11-6097 tahun 2025 tentang indeks inovasi daerah provinsi, kabupaten dan Kota tahun 2025.

Penghargaan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan kader dalam mempercepat penanganan tengkes.

Predikat Kelurahan Bebas Stunting (Zero Stunting) dan Kelurahan yang berhasil mencapai nol kasus atau penurunan signifikan menerima penghargaan langsung dari Pemerintah Kota/Kabupaten. Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan dana insentif bagi daerah dengan kinerja penurunan stunting terbaik.

Melalui Alokasi tahun 2025, Pemerintah menyiapkan Rp300 miliarsebagai insentif fiskal bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja unggul dalam penanganan stunting tahun anggaran 2025. Dukungan Dana Desa, Pemerintah mendorong penggunaan minimal 10% Dana Desa untuk mendukung program stunting di tingkat desa/kelurahan.

Kriteria Penilaian Penghargaan didasarkan pada indikator-indikator berikut:

Aksi Konvergensi: Pelaksanaan 8 aksi konvergensi pencegahan stunting secara terpadu.

Intervensi Spesifik: Keberhasilan dalam pemberian gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil serta balita.

Inovasi Lokal: Adanya program pendampingan khusus, seperti pola asuh oleh dinas terkait di setiap wilayah.

Indikator Kesehatan: Penurunan angka prevalensi berdasarkan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) secara rutin di Posyandu.

Hadijah, S.Sos adalah Sosok pemimpin sederhana yang mampu  mengilhami melalui toterahan karyanya dalam menata pemerintahan kelurahan yang didedikasikan pada masyarakatnya dan daerah kabupaten Tojo Una Una.

Melalui terobosan ia mampu mampu memberi banyak perubahan pada kelurahan yang dipimpinnya  dari 12 kelurahan, di Kabupaten Tojo Una Una,

Sederhana ucap  Ijah sapaan akrab lurah Dondo Barat mengungkap bahwa Keberhasilannya berkat dukungan seluruh masyarakat, yang merasa memiliki dan menjaga wilayah kelurahan dondo, tetap aman, damai serta kondusif, dimana pointer penting dan sangat menentukan adalah  tranparasi serta  kolaborasi semua pihak terkait terkoneksi dengan baik.” Papar Ijah.

Menurutnya pencapain bukan akhir sebuah pengabdian tetapi menjadi motivasi dalam  memberi dampak positif pada masyarakat untuk terus bekerja keras.

”Menurut saya, meraih capain ini tak semuda membalik telapak tangan, namun melalui kerja keras dalam menata managemen kepimpinan yang apik, inovatif dan berkelanjutan, sehingga mampu menarik antusias masyarakat sebagai mitra, sehingga jawaban kongkrit diperoleh, apapun program dengan mudah digulirkan ditengah masyarakat.”Ucapnya optimis mengakhiri keterangannya.  (Sam Asiku)