Sosbud

Perjalanan Ke-Pusat Kerajaan TOGEAN #Sam Asiku & Revino Ahmad Daniali# (Bagian 2)

3044
×

Perjalanan Ke-Pusat Kerajaan TOGEAN #Sam Asiku & Revino Ahmad Daniali# (Bagian 2)

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Selasa, 12 September 2023.

KM Wahyu Olah Gerak lagi menuju Pelabuhan Pulau Enam.

Tali tambatan Km Wahyu dilepas pertanda pelayaran dilanjutkan ke Pulau Enam. Antara pelabuhan dan punggung desa Pulau Enam berjarak sekitar 200 meteran.

Pesawat B-24 Bomber American Squadron terkubur didasar laut LebitiDiperairan antara lebiti dan pulau Enam menyimpan sepenggal sejarah tentang Kapal pesawat sekutu yang tertembak di tahun empat puluhan dan jatuh diperairan itu.

Posisi jatuhnya Pesawat ditandai dengan batu karang dan pelampung bulat

Dari beberapa sumber diperoleh catatan mengungkap misteri masa lalu, pesawat B-24 Bomber American Squadron terkubur didasar laut Togean, yang merupakan pengalaman sejarah Perang Dunia ke 2 di Indonesia.

Jurnalis Erika Kunia menulis, Pesawat naas itu adalah salah satu dari 307 skuadron bom Amerika, yang jatuh di laut pada 3 Mei 1945 setelah kembali menyelesaikan misi di Morotai.

Pesawat itu membawa 11 orang termasuk awak pesawat dan semuanya berhasil keluar dari pesawat dengan selamat.

Ukuran Panjang pesawat yang jatuh ini mencapai 17 meter dengan lebar sayap 22 meter.

Masih lengkap dengan senjata turet di belakang dan kursi pilot dengan co-pilot masih ada, terbenam puluhan tahun lamanya.

Sumber itu menulis, ada yang pernah melakukan penyelaman membenarkan kondisi pesawat cukup baik, dengan baling-baling di sayap kanan yang masih utuh.

Bangkai pesawat itu kini menjadi hunian ikan warna-warni, dengan antheas yang membentuk tirai emas dan lionfish yang mengintai di sepanjang dan di bawah sayap, sementara ikan Gruper dan belut moray bersarang di dalamnya.

Selain itu juga banyak organisme cantik berwarna-warni seperti sponge dan tunikata yang sekarang menghiasi badan bangkai pesawat. Demikian Catatan Sumber yang diperoleh media ini.

Pelayaran antara pelabuhan ke pulau enam hanya 30 menit, lamanya pelayaran karena harus berputar untuk menghindari karang yang terhampar di sekeliling desa pulau Enam.

Desa Pulau Enam jumlah penduduk sekitar seribu dua ratusan jiwa dipimpin Kades Burhan Amboday.

Mengandalkan Tangkapan dan budi daya Ikan

Sumber penghasilan masyarakatnya didominasi nelayan tangkap dan budidaya.

Menurut Burhan Amboday, kehidupan masyarakat Pulau Enam cukup tenang karena sumber penghasilan mencukupi kehidupan mereka.

Tak menyangka bahwa dirinya bisa terpilih jadi kepala desa Pulau Enam, dimana pada awal pemilihan kades, ia menang memperoleh dukungan suara 50 persen lebih.

Pada pemilihan kades kedua ia bisa meraih suara 70 persen dari wajib pilih. Sedang pemilihan kades ketiga ia meraih suara sangat spektakuler sembilan puluhan persen.

“Ini jabatan kades terakhir saya, karena persyaratan hanya tiga kali” Jelas Burhan Amboday.

Rumah dan dermaga model panggung Memasuki pelabuhan Pulau Enam yang dibangun dari kayu, aktifitas bongkar muat dilakukan disitu.

Nampak rumah masyarakat seragam rumah panggung yang melingkari tepi laut, dan ada juga rumah masyarakat, dibangun permanen diatas tanah yang tidak seberapa luasnya.

Menurut Kades Burhan, peredaran uang cukup baik di desanya, masyarakatnya cenderung bekerja sebagai nelayan. Mereka mengandalkan kehidupannya sebagai penangkap dan budidaya.

“Para pembeli datang ke desa, jadi nelayan tidak lagi mengeluarkan dana untuk pemasaran hasil tangkapan, dan harga terjamin” Ujarnya.

Dikatakan kades Pulau Enam, ia lebih mengarahkan program pada sektor ikan Tangkap dan budidaya sesuai mata pencaharian mereka sebagian besar adalah nelayan.

“Dari sektor itu saya mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat” Terangnya.

Terutama dalam memenuhi kebutuhan sarana nelayan saya fokuskan kepada masyarakat yang benar-benar butuh bantuan sehingga efektif dalam upaya peningkatan pendapatan mereka.

“Alhamdulillah mereka bisa hidup berkecukupan” Ungkapnya.

Mesin kapal tidak dimatikan karena hanya transit menurunkan penumpang dan barang.

Pelayaran dilanjutkan kepelabuhan Bungayo yang ditempuh hanya dalam hitungan waktu 15 menit saja. ** (Bersambung)