Berita

Peserta Kemah Prestasi III Dapatkan Edukasi Penting Tentang Perlindungan Anak

907
×

Peserta Kemah Prestasi III Dapatkan Edukasi Penting Tentang Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, Batui Selatan – Kemah Prestasi III resmi dibuka pada Senin, 14 Oktober 2024, di Desa Sukamaju. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta Pramuka yang antusias untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

Dalam acara ini, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Banggai, Faisal Karim, S.Sos., M.Si., berkesempatan untuk memberikan materi edukatif. Fokus utama dari penyampaian materi adalah mengenai Sekolah Ramah Anak dan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Faisal Karim menjelaskan pentingnya sosialisasi ini sebagai langkah untuk menekan dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Ia menguraikan definisi kekerasan menurut KBBI, yang mencakup perbuatan yang menyebabkan kerusakan fisik dan psikis.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, dan intoleransi. Faisal menekankan bahwa pemahaman akan bentuk-bentuk kekerasan ini penting agar peserta dapat lebih peka dan responsif terhadap lingkungan mereka.

Selanjutnya, Kadis Faisal Karim menguraikan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil, di antaranya melalui Program Sekolah Ramah Anak (SRA), yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung hak-hak anak. Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan Duta Kekerasan di tingkat sekolah dan masyarakat untuk melibatkan siswa dalam pencegahan kekerasan.

Forum Anak juga diperkenalkan sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam proses pembangunan. Melalui forum ini, diharapkan anak-anak dapat berpartisipasi aktif dan menjadi suara bagi teman-teman sebaya mereka.

Dengan edukasi ini, diharapkan peserta Kemah Prestasi III dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan anak di kalangan generasi muda, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi anak.***