KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Pesona Angkringan Ketapang Disudut Kota Ampana Yang Menginspirasi

1185
×

Pesona Angkringan Ketapang Disudut Kota Ampana Yang Menginspirasi

Sebarkan artikel ini

Angkringan Ketapang adalah andil besar dari  gagasan Lurah Dondo, Hadijah S.Sos yang merubah Kawasan kumuh, eks pabrik minyak kepala  Sulateng.co menjadi salah satu arternatif destinasi kuliner yang seksi  mengundang selera pemburu makan pedas dan lezat sajian ikan yang baru saja tertangkap nelayan semalam. Bahkan ayam kapung bakar dan iloni bisa diorder disana. 

51 satu stand disana, banyak varian sajian  untuk makan siang maupun malam, ditemukan mulai dari ikan tongkol, ikan Sunu, Udang dan Suntun, ditunjang beraneka minuman hangat dan dingin tanpa alkohol dan cemilan menemenani obrolan dengan keluarga sahabat, bahkan pacar. 

Pusat kuliner Angkringan Ketapang sangat strategi, pesona bagi pengunjung Kota Ampana, tepatnya dijalan kelapa kelurahan Dondo Barat Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una Una.

Catatan : Sam Asiku

Pintu masuk keangkringan tepat ditikungan jalan kelapa merangkap bengkel mobil Om Yudi yang masih  dalam Kawasan angkringan, menjadi saran penunjang bagi pengunjung selain memiliki tempat parkiran yang cukup luas, juga terdapat sarana peribadatan.  Sebuah masjid minimalis angun melatari stand, lengkap dengan MKC yang ditunjang air bersih yang cukup disana sehinnga lingkungan selalu bersih dan tertatah baik.

Siang ini saya menunggu pengecekan mesin mobil, setelah melakukan perjalanan  ke Kekendari dan pekan ini akan melakukan perjalann panjang lagi masih diseputaran provinsi Sulteng.

Cuaca Ampana siang ini terasa panas, meskipun dilangit sebelah selatan gumpalan awan kelabu, mengelantungan.

Kucoba melangkah keangkirangan Ketapang hanya beberapa meter dari bengkel mobil, suasana agak sepih, beberapa pemilik pondok sedang menyapu dedauan ketapang yang bertebaran dihamparan kerikil.

Saya memesan jus Alpokat, minuman favoritku di RM Gorontalo yang tak jauh dari pintu masuk sekedar menghilangkan haus.

Sambil menungu  pesanan saya mengobrol dengan ouwnernya, Uton Jibu dengan isteri kesayangannya.

Diketahui setiap malam angkringan Ketapang salah arternatif untuk makan siang maupun malam dengan menu yang mengundang selera selalu dipadati pengunjung.

Dari penuturan Uton, diketahui  di Angkringan Ketapang memiliki 51 Stand, dengan fasilitas sebuah musholah dan 1 unit MCK air bersih cukup tersedia disini.

Ia  sudah 2 tahun  bersama isterinya menempati lapak dan betah menjalani rutinitas melayani pengunjung.

Dibawah rimbun dedaunan ketapang nyaris tak ditembus sinar matahari, semakin damai dimana angin bertiup sepoi, manakala  duduk tak jauh dari bibir pantai yang sudah ditanggul kokoh.

Dari tempat itu bisa disaksikan pelabuhan dalam kota Ampana dan pelabuhan Labuan belanda.

Ada dua pilihan tempat, apakah dilesehan  yangdibangun diatas laut dibibir pantai, atau menempati meja makan yang diatur rapih dibawah pohon ketapang yang sangat  rimbun.

Uton mengisahkan, setelah banting stir dari profesi penjual ayam, dan membuka usaha diangkrinagan   Ketapang.Rata-rata pendapatannya  dalam semalam, jika sepih hanya tigaratusan ribu, sedang dimalam jumat maupun malam minggu,atau disaat padat pengunjung  “alhamdulillah pendapatan kami  mencapai dua jutaan, kalau lagi hoki” terang Uton.

Ia mengaku Angkringan Ketapan selalu aman dan kondusif dalam pembinaan ibu lurah Dondo Barat.  Mereka yang menempati lapak dikenakan kewajiban membayar  sewa tanah 50 ribu pertahun dan beban listrik 15 ribu perbulan.

Kondisi yang romantis,tak lepas dari kendala saat angin musim barat bertiup, lesehan tak bisa dimanfaatkan dan itu berlangsung hingga dua minggu dan dua kali dalam setahun.  “adanya tanggul sangat membantu karena ombak tidak sampai memecah di pelataran angkringan.

kendati demikian fenomena itu menjadi nilai tambah karena menjadi totonan menari bagi pengunjung” Ujarnya  tersenyum lepas.

Ia mengungkap Kemandirian dan toleransi antar pelapak terjalin baik, soal kebersihan dan keamanan kami tangani sendiri sehingga tak pernah terjadi keributan.

Bahkan kami  melarang minuman keras beredar di Angkringan Ketapang. “pernah tamu bule minta bir, namun kami menjelaskan tidak menjual minuman beralkohol, mereka  bisa menerima dan memilih minum dingin lainnya” Ujar Uton.

Kami selalu menjaga suasana agar tetap tentram, “meskipun dekat dipintu masuk, kami tidak mecegat pengunjung , kami meyakini soal rezeki tidak akan bertukar” Ujarnya serius

Menurutnya harga menu makan sangat terjangkau, ikan seberat  6 ons hingga 7 ons berkisar  30 hingga 35 ribu, kalau ikan Tongkol, Sunu, udang, berkisar 70 hingga 80 ribu oerporsi.

Sumber yang diperoleh, keberadaan pelaku usaha di Angkringan Ketapang belum masuk dalam UMKM, namun angringan Ketapang adalah pesona  salah satu sudut kota Ampana yang menyajikan aneka kuliner bagi pengunjung  silakan mencoba. (Sam Asiku)