POLRES BANGGAI

Pilu! Bayi Laki-Laki Dibuang di Depan Panti Asuhan, Polisi Luwuk Lakukan Investigasi

481
×

Pilu! Bayi Laki-Laki Dibuang di Depan Panti Asuhan, Polisi Luwuk Lakukan Investigasi

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, Banggai – Kasus dugaan pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, pada Minggu (20/10/2024) dini hari.

Kali ini, seorang bayi laki-laki ditemukan di depan Panti Asuhan Maimuna Abas Nurdin, Jalan Batu Putih, Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk.

Bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 04.20 WITA oleh seorang anak bernama Andika (14), yang baru saja selesai melaksanakan salat Subuh.

Menurut keterangan Andika, ia merasa kaget saat mendapati sebuah dos yang diletakkan di depan pintu pagar panti asuhan, dan mendengar suara bayi menangis dari dalamnya.

Saat diperiksa, bayi tersebut dibungkus dengan sarung berwarna ungu dan plastik hijau. Yang lebih mengejutkan, plasenta (ari-ari) bayi tersebut masih menempel, menunjukkan bahwa bayi itu kemungkinan baru saja dilahirkan.

Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, mengungkapkan bahwa pihaknya segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan.

Polisi memastikan bahwa bayi tersebut segera dibawa ke RSUD Luwuk untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

“Kondisi bayi masih berlumuran darah, kemungkinan baru saja dilahirkan,” ungkap AKP Asdar.

Saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa orang tua yang bertanggung jawab atas tindakan pembuangan bayi tersebut.

Menurut AKP Asdar, pihaknya akan menggali lebih dalam informasi yang ada di lapangan guna mengetahui motif di balik kejadian ini.

“Kami masih melakukan pendalaman di lapangan untuk mencari keterangan lebih lanjut. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Penemuan bayi di tempat umum seperti ini bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Banggai. Pihak berwenang menghimbau masyarakat agar memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan, serta mengingatkan pentingnya tanggung jawab sebagai orang tua dan penyelesaian masalah dengan cara yang lebih manusiawi.***